Selasa, 30 November 2021

Kisah Inspiratif (Anak Juga Ingin Dimengerti)


https://satuguru.id/ 

Kisah Inspiratif

( Anak juga Ingin Dimengerti )       

        Tanggal 25 Nopember selalu istimewa untuk dikenang dan direnungkan. Eksistensi seorang guru dipertaruhkan. Jadi teringat akan peristiwa silam , saat aktif mengajar di kelas. Dalam perjalanan saya menjadi guru , ada banyak peristiwa mengharu biru , menarik , menginspirasi dan tidak akan pernah saya lupakan sepanjang hidup. Lika liku yang menyenangkan     maupun batu sandungan yang melecut semangat saya sebagai guru teruji. Saya adalah seorang guru di Sekolah Sembada  ( Sekolah disamarkan ) Kabupaten Sleman Yogyakarta, sebelum akhirnya saya diangkat menjadi Kepala Sekolah . Selama menjadi guru hampir selalu saya ditempatkan di kelas istimewa dimana berisi anak – anak yang membutuhkan perhatian lebih. Sekolah Sembada menerapkan grade dalam menentukan kelas. Kebetulan ada 4 kelas parallel, jadi masing – masing  kelas terdiri dari 4 paralel dengan katagori / grade  A  ( untuk anak – anak berkemampuan lebih ), B ( Bisa tapi belum istimewa), C ( Kemampuan rata – rata ), D ( Kurang dan perlu pendampingan khusus ). Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah penanganan dan pelayanan. Nach hampir selalu saya ditempatkan di kelas C ataupun D. Saya kurang tahu , apa pertimbangan Kepala Sekolah, tetapi saya selalu berprinsip , dimanapun dan dalam kondisi apapun saya akan berusaha berikan yang terbaik yang saya miliki. Dan ini merupakan sebuah amanah yang harus saya jalankan.

 Dan kali ini saya mengambil salah satu pengalaman menarik dari proses perjalanan mengajar anak – anak istimewa tersebut. Saya tidak pernah menyebut mereka anak – anak yang kurang ataupun bodoh , tetapi saya menyebutnya anak – anak istimewa. Saya memiliki siswa yang bernama Faris ( disamarkan ), anaknya luar biasa aktif artinya dia selalu usil dan hampir selalu membuat temannya menangis , kemampuan akademik rendah , pemahaman bahasa rendah dan karakter sikap memprihatinkan. Ibarat makanan dia adalah paket komplit. Maaf , ya nakal, ya bodo, nggak sopan dan atribut – atribut negative hampir semua melekat pada dirinya ( Maaf, saya agak kurang sreg dengan lebel – lebel tersebut, tapi demi lebih memahamkan saya tulis apa adanya ). Hampir semua temannya tidak suka, semua guru tidak respek bahkan hampir semua wali murid menghendaki anak ini dikeluarkan dan meminta anak – anaknya tidak berteman dengannya. Saya begitu miris dan prihatin dengan kondisi ini, karena saya yakin anak jadi seperti ini pasti bukan karena serta merta keinginan dia. Bisa jadi karena campur tangan orang dewasa, termasuk kita.


Mulailah saya mencari tahu, ada apa dengan anak ini. Saya mencoba komunikasi dengan orang tuanya, dan ternyata sangat jauh dari harapan saya . Tidak ada pembelaan sedikitpun dari orang tua bahkan mereka dengan lugas mengatakan  ,“ Saya sudah angkat tangan bund dengan anak ini , susah dikasih tahu , bandel , ngeyel dan mau menang sendiri, terserah bunda mau ngapain anak saya, asal jangan dikeluarkan, karena pasti tidak ada yang mau menerima”.

Dalam hati saya marah pada orang tuanya, kenapa mereka seperti itu. Dan trenyuh dengan nasib Faris kedepan. Akhirnya saya memutuskan untuk mengadakan pendekatan personal dengan Faris. Karena saya yakin anak ini pasti bisa berubah, hanya kesempatan berubah yang tidak dia dapatkan. Mulai saya adakan pendekatan dengannya, meski sebatas menanyakan bangun jam berapa, makan sama apa dan cerita – cerita kecil yang dia alami selama ini. Awalnya dia malas menjawab, karena memang selama ini tidak ada yang mau berteman dengannya, guru – gurupun seakan menghindari bermasalah dengannya. Karena memang dia sering emosi dan marah – marah jika tersinggung.Saya mulai libatkan dia dalam semua aktifitas saya. Mulai dari menghapus papan tulis, membawakan tas dan memanggil guru yang akan mengajar. Kebetulan mau ada ulangan Harian , selama ini dia hampir tertinggal semua pelajaran . Padahal kalau menurut penilaian saya , dia bukan termasuk anak yang bodoh sekali. Maka saya berinisiatif mohon ijin kepada orang tuanya untuk mengantarkan Faris ke rumah setiap sore.

Dan hari itu , kamis sebagai awal dari kedekatan – kedekatan emosional saya dengannya. Rumah saya kebetulan dekat dengan kebun Anggrek dan juga pasar maupun infrastruktur lainnya. Saat dia datang langsung saya ajak Faris jalan – jalan ke kebun Anggrek, karena saya tahu kalau langsung masuk materi dia pasti akan menolak bahkan berontak. Terjadilah percakapan -percakapan kecil .

“ Mas Faris , selama ini paling dekat dengan siapa kalau di rumah ?”. tanya saya.

 “ Nggak tahu”, jawabnya.  “ Lah , kalau bobok sama siapa ?”, cecar saya.

“ Ya nggak tahu”, dia masih menjawab dengan hal yang sama. Tanpa ekspresi.

“ Mas Faris , jalan – jalan seperti ini suka nggak ?” , tanya saya kembali.

“ Suka sekali, tapi tidak ada yang mau mengajak jalan – jalan”, jawabnya dengan ekspresi yang mulai berbeda. “ Oke kalau mas Faris suka, besok ke tempat bunda sebelum belajar kita jalan – jalan dulu ya, mau nggak ?”, dan diapun langsung sigap menjawab dengan ceria” Mau bunda, tapi jangan bohong ya, besok Faris boleh ke tempat bunda lagi ?” tanyanya. “Boleh donk, Bunda suka sekali ditemani mas Faris, tapi setelah itu kita belajar ya !”, Saya mulai merasakan antusiasnya. Dan alhamdulillah akhirnya kamipun mulai ada keterdekatan , dan sejak saat itu Faris rajin ke rumah , mau membaca, mengerjakan tugas, dan tingkat emosionalnya relative menurun. Penampilannya mulai rapi karena semangatnya ke sekolah mulai muncul . Setiap ke rumah selalu ada cerita dari dia, tanpa harus saya mengorek . Saya simpulkan dari cerita- ceritanya adalah , bahwa anak ini anak korban broken home, orang tuanya bercerai , dia selalu menyaksikan pertengkaran orang tuanya, maka wajar kalau akhirnya dia praktekkan semua yang dia lihat dengan cara membuat ulah di sekolah, menyakiti teman – temannya sampai menangis, berkata kotor dan teriak – teriak sama guru. Masyaallah , anak yang luar biasa, masih kecil harus sudah melalui masa – masa yang sangat berat . Nach kita sebagai orang yang lebih tua harus belajar memahami segala keinginan dan kegalauannya. Dan dengan pendekatan – pendekatan emosi keibuan , memberikan kenyamanan kepadanya, kepercayaan bahwa dia mampu dan juga keteladanan perlahan tapi pasti dia mulai menjadi sosok anak yang bisa diterima oleh teman – temannya , bukan lagi tukang usil tapi anak penolong yang siap membantu temannya jika ada yang membutuhkan bantuannya, sopan kepada guru dan kata – kata kotor yang selama ini melekat pada dirinya mulai berangsur hilang.

            Dia selalu menganggap saya sebagai bundanya layaknya bunda yang telah melahirkannya. Setiap pulang dia selalu menunggu sampai  saya keluar gerbang sekolah hanya karena ingin menyapa , “ Bunda, terimakasih ya…bunda sehat biar besok Faris bisa membawakan tasnya bunda, dan tak lupa mencium tangan saya tanda perpisahan “.

Entah kenapa , dada selalu berdegup kencang setiap Faris mencium tangan sambil mengucapkan kalimat tersebut. Rasa sayang yang teramat sangat sudah merasuk di hati.

Dan lambat laun nilai akademiknyapun terangkat dan semakin membaik. Tak segan dia bertanya kepada guru ketika dia merasa kesulitan, yang selama tidak pernah ditemukan oleh guru pada dirinya. Jangankan bertanya, ditanya saja tidak pernah mau menjawab. Setiap tugas yang diberikannya dikerjakan dengan ogah – ogahan dan asal menjawab. Nilai jelek sudah biasa dia terima,  dimarahi orang tua dan gurupun sudah menjadi hal yang biasa. Tetapi karena perubahan sikapnya , maka semakin banyak guru yang respek dan simpati. Lebel anak nakal , anak bodoh , tidak sopan dan lebel – lebel negative yang lainnya mulai bergeser dari dirinya. Betapa bahagianya saya , setiap melihat senyumnya saya flashback beberapa waktu lalu dimana hampir tidak ada senyum atau keceriaan dari wajahnya. Hasil memang tidak pernah mengkhianati usaha. Meski awalnya saya menghadapi cemoohan bahkan cibiran terhadap apa yang saya lakukan.

 

Pembelajaran yang bisa dipetik dari pengalaman ini adalah :

1.     🌴 Semua guru harus siap menghadapi siswa dengan kondisi apapun.

2.    🌴  Jangan pernah memberi lebel – lebel negative kepada siswa , karena akan berdampak tidak baik bagi kondisi psikologisnya.

3.   🌴   Semua guru harus siap kreatif dan berinovasi terhadap setiap masalah.

4.   🌴 Cintai pekerjaan dengan totalitas

5.   🌴   Berikan seluruh energi  terbaik yang kita miliki untuk memberikan layanan kepada siswa atau instansi tempat kita bernaung

 

 


    Rindu saat - saat seperti ini ...meski saat ini belaian kasih sayang harus terhalang ...tapi cinta tulus tak kan tergantikan oleh apapun....salam tangguh guru Indonesia.

Yogyakarta , 30 Nopember 2021
Nur Hayati  ( Jenk Noenk )


Rabu, 15 September 2021

BU MAYOR SANG BLOGER INSPIRATIF


Hal yang paling membosankan adalah menunggu waktu...
tapi hal yang paling disuka adalah mengulur waktu perpisahan 
karena perpisahan adalah hal yang paling tidak disuka...


Detik demi detik berjalan begitu cepat..
Tak terasa sensasi senin malam , rabu malam dan juga jumat malam akan segera berakhir..
Yach nikmatin prosesnya , karena pertemuan dan perpisahan adalah hal yang biasa ... yang tidak biasa mungkin karena persaudaraan, persahabatan dan silaturahmi yang begitu berkesan... hemmm ditengah kumerenung tak terasa layar sudah dibuka...kubersiap tuk masuk ke dalamnya. Ouw ... ternyata wajah - wajah F1 yang penuh semangat sudah bersiap.. 

Malam yang istimewa ini bertemu lagi dengan sang moderator handal dan Narasumber yang wow ..membuatku berdecak kagum...penasaran kan ? lihat yuuk CV nya


Nani Kusmiyati, S.Pd., MM, CTMP. Lahir di Kediri, 12 September 1966. Lulusan S1 Bahasa Inggris di UIA (Universitas Islam Assyafiiyyah) Pondok Gede dan S2 MSDM di UPN Veteran Jakarta. Walikota Berpangkat TNI AL. Dinas pertama di Disminpersal (Dinas Personel TNI AL) selama 5 tahun, kemudian di Pusdiklat Bahasa selama 8 tahun, selanjutnya berdinas di Dinas Pendidikan TNI AL selama 20 tahun. Saat ini berdinas di Lemhannas, Jabatan Kasubbag Kerma Multilater Luar Negeri.

Mulai belajar menulis di bulan Maret 2020 dengan Om Jay dan beberapa guru di bawah PGRI. Sangat menyenangi literasi karena selain dapat mengekspresikan ide juga mendapat teman dan keluarga baru. Selain belajar dari group Om Jay juga belajar dari  para  penulis  dengan Om Bud (Budiman Hakim) dan Kang Asep Herna.

Mengikuti Lomba Blog di bulan Februari 2021. Hasil tulisan selama 28 hari dijadikan buku dengan penerbit YPTD (Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan) dan menjadi buku Solo pertama yang dimiliki.

Mengikuti pembelajaran menulis dengan Jejak Warna selama bulan Ramadhan, 30 hari dan dijadikan buku solo kedua yang diterbitkan oleh YPTD.

Menulis di beberapa buku Antologi dengan penerbit dan grup yang berbeda, seperti Omera Project dan Nubala Project. Buku antologi yang sudah terbit bersama Omera Project : (1) Semesta Merestui (2) Kulminasi (3) Eksplorasa Edisi 1 (4) Simpang Maya (5) Kuputuskan menjadi (6) Monolog Cinta (7) Titik Balik (8) Thank you 2020 (9) Puisi Untuk Yang Terkasih (10) Guru Favorit (11) Manisan Rindu (12) Kota Kenangan.

Ternyata Narasumber kali ini Seorang Walikota TNI AL bernama Ibu Nani Kusmiyati , betul - betul membuatku berdecak kagum. Mengapa beliau tertarik mengikuti kelas menulis ? Karena memang beliau sangat suka literasi. Jadi malu, karena berprofesi sebagai "Guru" tetapi sangat minim tentang literasi yang sesungguhnya, sangat terbalik... sangat menginspirasi.

Topik malam ini adalah " Blog sebagai Sarana Pembelajaran ". Mengapa mengambil topik ini , karena menulis di Blog seperti menulis di buku catatan.

🌷🌷 Manfaat Blog * Menurut beliau:

Untuk mengekspresikan ide dan pengalaman

Mengingat kejadian - kejadian yang menarik perhatian
Sebagai sarana belajar terutama menulis
Sebagai media pembelajaran
Menyimpan materi pelajaran yang jauh da ri virus
Dan kali ini bu Mayor  sebutan Narasumber malam ini , membuka tantangan membuat materi pelajaran yang dituliskan di Blog.
So Gaess...hayuuk nikmati prosesnya, to be better ...
Statemen bu Mayor istimewa..
"Suka ato tidak suka tulisan di Blog saya gak peduli, yg penting menulis dan menulis "
Yogyakarta, 14 September 2021
Nur Hayati
Pertemuan ke 29


 

Jumat, 10 September 2021

Galau🤔

 




galau

oleh Jenk Noenk

Sekian purnama kurasakan hampa

tak ada canda tawa,celotehan,suara-suara menggelitik dari sosok seorang anak...rindu itu menghujam kalbu hingga ke relung nafasku..

Ada apa,kenapa dan sampai kapan tak ada seorangpun yang mampu menjawabnya...tiada tanda - tanda datangnya sinar purnama...


Ku masuk dalam kepasrahan

Kuingin terjang jalan bayangan,tetapi ternyata aku tidak mampu...

tak seorangpun mau menemani...

karena lebih mengkhawatirkannya...

Ya Allah Ya Robb..

Jawablah pertanyaanku...

Obati sedihku..

ulurkan tangan kekuasaanMu..

tuk atasi kegalauanku...

aku tahu...

Skenariomu luar biasa...

EpisodeMu begitu indah..

Hingga tak seorangpun mampu tuk menolak...


Kutatap kembali seonggok benda-benda kaku tak raga raga...Debu mulaimu

Bau menyegat menghampiri..

Tak terasa butiran air mata jatuh

Ampuni Kami Ya Allah..

Hanya KuasaMu yang membangkitkan ceria ini kembali..

Bangkit...Tatap ke depan...Halau semua yang menghadang...


Aku bersimpuh...

Mohon SenangMu..

tuk mengurai asa meretas rasa..

Aku yakin itu,keindahan segera menemui takdirnya...


#GML B_Nur Hayati Yogya#

#SemuaBisaMenulis#

#GuruMotivatorLiterasi#

#ForumIndonesiaMenulis#

#GuruLiterasiMajukanLiterasiIndonesia#

Autobiografi🌷



Pertemuan ke 27 

Selalu tinggalkan jejak langkah dari setiap apa yang kau lakukan,

karena itu menjadi bukti akan keberadaanmu

by Jenk Noenk


Samar - samar terdengar bunyi Azan dari masjid yang tidak jauh dari tempat tinggal, pertanda bahwa semua harus meninggalkan sejenak aktifitas. Sebuah kebanggaan ketika jagoan kecilku , mendengar azan tanpa dikomando langsung ambil masker dan pamit ke Masjid. Menjadi motivasi tersendiri bagi kami yang dewasa. 

"Mi , tadi mas Haniif tugas Iqomah lho", kata pak Parno yang biasanya Iqomah itu suara mas Haniif bagus. Dia mulai bercerita dengan berapi - api dan penuh kebanggaan.

"Uuuppz hebat donk anak momi, makin rajin ya mas, biar makin bagus dan nanti  lama-lama diminta Azan". Perbincangan kecil yang sangat berarti, jagoanku yang masih kelas 3 Sekolah Dasar makin bersemangat ke masjid. Terimakasih bapak - bapak takmir yang mengapresiasi keberadaan anak kecil dengan penuh kesan.

Tak terasa pintu pelatihan menulis sudah dibuka. Dan menjadi sesuatu yang menarik karena moderator kali ini adalah sahabat kami Ms Phia,dan Narasumber adalah bapak Suparno seorang Kepala Sekolah dari SMPN 2 Karangrejo Magetan dengan materi istimewa yaitu Menulis Autobiografi, sejalan dengan pertanyaan sahabatku yang saat ini sedang menulis Autobiografi. Semoga bisa banyak membantu segala hal yang dia hadapi.

Tak kenal maka tak sayang , mengenal lebih dekat bapak Suparno adalah dengan membaca CV beliau 👇👇👇



Suparno,  S.Pd.,M.Pd. Lahir di Magetan,  25 Juli 1966, Lulusan D3 86  IKIP Surabaya,  S1 Wima Madiun , S2 Unipa Surabaya.  

Memiliki  kesukaan  membaca sejak SD, buku pertama  yang selesai dibaca adalah  Thomas Alva Edison  penemu bola lampu pijar. 

Mengawali karir sebagai Konselor di SMP 2 Kawedanan pada tahun 1992. Kemudian tahun 2016  diangkàt sebagai Kepala Sekolah  di SMP3 Kawedanan.  Tahun 2019 mutasi di SMPN 1 Takeran dan mulai  Maret 2021 mutasi di SMPN  2 Karangrejo Magetan.  

Kesukaan menulis dimulai sejak  1986. 
Buku  hasil  karyanya;

1. Panduan belajar  Excel
2. Perjuangan hidupku 
3. Panduan Pranatacara  dan Pamedharsabda.
4. Catatan  harian seorang Kepala Sekolah 
5. Catatan Kepala  Sekolah 
6. Lulus Corona 
7. Potensi  Desa Pojoksari 
8. Dharma Wanita
9. Langkah Jitu  menulis buku 

Prestasi  yang pernah diraih 
1. Lulusan  terbaik  jurusan PPB D3  IKIP Surabaya  th 1989
2.Lulus terbaik jurusan PPB S1 Wima th 1996
3.Guru Berprestasi  juara 2 Tk Kabupaten 
3. Nara sumber  Nasional  guru  pembelajar  th  2016 sd. 1018
4. Pemimpin  redaksi majalah Tramedia th 2004 sd 2010
5. Pemimpin  Redaksi majalah  Pena Mageti th 2019 sd. 2020

Aktivitas lain
1. Guru Pendamping  Pengajar Praktik Guru  Penggerak  Kemendikbud Ristek.
2. Guru Motivator  Literasi 
Moto "Menulislah  setiap  hari mutu  dan rezeki  akan mengikuti". 
Blog: https://suparnomuhammad.blogspot.com 
Hp. 08125212122

" Menulislah buku Biografi agar anak cucumu tahu sejarah perjalanan hidupmu ".

🌸🌸Diantara manfaat dari menulis biografi adalah :

            1. Kenangan bagi anak cucu

            2. Jika ASN , bisa menambah nilai angka kredit

           3. Jika calon KS, pada saat penilaian , tidak perlu bercerita "Who am I?", cukup sajikan buku                     Biografi kita sudah bisa mengulik semua tentang kita.

Seorang Penulis adalah apa yang didengar , apa yang dilihat , apa yang dialami. Dan menulis buku Biografi adalah menulis apa yang dialami.

🌸🌸Langkah menulis Biografi :

📌Membuat Outline

    - Masa kelahiran, masa sekolah,, bekerja, menikah dll

    - Masalah - masalah yang pernah dihadapi , kenangan pahit , kenangan manis dsb.

📌Membuat jadwal menulis ( Dan harus didiplin )

📌Menyiapkan data - data pendukung.

    - Foto - foto, buku diary dsb

Setelah itu  bisa mulai  menulis per outline.  Atau per judul.  Tulislah mengalir  saja  jangan  diedit  dulu ,walaupun  ada kesalahan  biarkan saja,  terus menulis  sampai selesai.  

Tulislah  dengan pikiran dan perasaan,  dengan akal budi  dari hasil merenung yang dalam maka pikiran    akan terbimbing  oleh ilham  yang mengarahkan. Setelah selesai menulis baru dilakukan editing dari awal hingga akhir.Agar tampilan  buku  tampak  menarik  dan menginspirasi,  jika dalam suatu judul  ada frase , atau kata-kata mutiara yang menginspirasi  bisa dituliskan  di atas  , sebelum  uraian  tulisan.

Sebagai contoh :


Setelah itu  mintalah  orang  lain  yang dipercaya  untuk  menjadi editor   yang berkaitan  dengan  ejaan,  tata  bahasa  dan lain-lain. Selanjutnya membuat Cover yang menarik, mintakan kata pengantar pada tokoh terkenal dengan harapan membawa keberkahan, langkah terakhir menerbitkan buku.

🌸🌸 Perbedaan antara memoar , biografi dan autobiografi :

Memoar ( Memoir ) :

-  Kenang-kenangan yang menyerupai autobiografi dengan menekankan pendapat, kesan dan tanggapan pencerita atas peristiwa-peristiwa yang dialami serta tokoh-tokoh yang berhubungan dengannya.

Biografi :

- Riwayat  hidup  yang ditulis  orang lain,  misalnya  Biografi  Pak Dirman,  ditulis orang lain.

Yang harus dilakukan ketika menulis Biografi :

    * Ijin kepada yang bersangkutan atau keluarganya.

    * Klarifikasi tulisan tsb agar tidak ada masalah dikemudian hari.

    * Jangan menulis sisi buruknya, kecuali menginspirasi dan diizinkan keluarganya.

Autobiografi:

-   Buku  riwayat hidup  yang  ditulis  oleh dirinya  sendiri. Kita bukan orang  terkenal  tidak ada yang mau menulisnya,  oleh  karena  itu  tulislah  sendiri  sebagai jejak literasi bahwa  kita pernah  hidup di bumi.

- Autobiografi yang baik adalah yang ditulis hingga menjadi buku, menjadi ibrah bagi orang lain dan mampu menginspirasi.Tidak menghina dan juga tidak mengandung SARA.

Nach permasalahannya , banyak orang berfikir : "Aku bukan orang sukses, apa ada orang mau membaca biografi saya ?".  Banyak  orang suksespun  tidak menulis buku biografi,  walaupun  menurut  kita tidak sukses  ,tapi  ada cerita yang menginspirasi,  kenapa  tidak  ditulis. Kita bisa  cerita tentang  kesederhanaan,  kejujuran,  kesetiaan,  kegigihan membesarkan anak-anak,  menyekolahkan  anak-anak  dan sebagainya. Pasti menjadi  sebuah karya  yang menarik. Penulis  itu seperti jarum jam dinding,  dilihat orang atau tidak tetap berputar , seperti matahari dipuji orang atau tidak tetap bersinar , seperti bintang  dilihat  orang atau tidak  tetap  bercahaya.

Special Note :

 Senyampang mata kita masih berkedip,  detak jantung kita masih berdenyut,  hayat masih  dikandung  badan,  menulislah buku  autobiografi  sebagai  bukti  bahwa  kita  pernah  hidup  di planet  bumi ini,  selamat berkarya  menginspirasi  umat  manusia.

Yogyakarta, 10 September 2021

Nur Hayati


Rabu, 08 September 2021

Menulis itu Mudah

 


Menulislah seperti embun yang ketika jatuh ke bumi membawa pengetahuan, dan ketika melangit ke Arsy menjadi keabadian
by Mayderly

Ketika pena mulai menari , maka tak seorangpun mampu tuk menahan...tetapi ketika pena telah menemui tuannya untuk berhenti, maka tangan harus mengurainya tuk kembali mampu menari ....

Pagi ini disebuah event kegiatan , saya berkesempatan ngobrol dengan seorang sahabat yang sudah malang melintang di dunia "ngomong" karena saking pinternya memberi motivasi dan juga menginspirasi orang untuk bergerak mengikuti kiprahnya , sehingga tak pelak sering menjadi langganan untuk mengisi radio anak muda untuk mengedukasi...bahkan di televisi lokal...tetapi berbanding terbalik ketika dia harus menulis, maka ada saja yang menjadi kendala.

Dia bercerita , kalo pernah menulis lebih dari 100 halaman tetapi selalu terhenti karena takut tidak sempurna karyanya dan juga merasa tidak PD. Dan itu terjadi tidak hanya satu kali, why ?? Dan ketika saya ditunjukkan Folder menulisnya , sayapun takjub....banyak banget, tetapi tidak ada yang tuntas...saya coba berikan advice dari materi - materi yang didapat dari kelas ini. Meski saat ini juga sama - sama baru membangun motivasi menulis .

Uuuuppzz malam ini bertemu kembali dengan kelas menulis yang luar biasa menginspirasi , dengan moderator yang sangat sangat menarik yaitu Maesaroh dan Narasumber yang juoss gandhos Dr Ngainun Naim. CVnya adalah sebagai berikut 👇👇👇

CURRICULUM VITAE


Nama

:

Dr. Ngainun Naim

Tempat Tanggal Lahir

:

Tulungagung, 19 Juli 1975

Alamat Kantor

:

IAIN Tulungagung, Jl. Mayor Sujadi Timur 46 Tulungagung 66221.

Alamat Rumah

:

Parakan RT 11 RW 04 Trenggalek

No Telp.

 

 

Kantor

:

0355-321513

HP

:

081311124546

e-mail

 

naimmas22@gmail.com

Riwayat Pendidikan Formal

 

§  SDN Sambidoplang Sumbergempol Tulungagung, lulus tahun 1988

§  MTsN Tunggangri Kalidawir Tulungagung, lulus tahun 1991

§  MAN Denanyar Jombang, lulus tahun 1994

§  S-1  STAIN Tulungagung, lulus 1998

§  S-2  Studi Islam Universitas Islam Malang (UNISMA), lulus tahun 2002.

§  S3 Studi Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, lulus tahun 2011.

Karya Tulis Buku

 

1.      Menulis Itu Mudah (2021)

2.      Aktualisasi Pemikiran Islam Multikultural (Akademia Pustaka, 2020).

3.      Literasi dari Brunei Darussalam (Akademia Pustaka, 2020).

4.      Spirit Literasi (Akademia Pustaka, 2019).

5.      Teraju (Tulungagung: IAIN Tulungagung Press, 2017).

6.      Proses Kreatif Penulisan Akademik (Akademika Pustaka, 2017).

7.      Merawat Nusantara (Malang: Genius Media, 2017).

8.      Menipu Setan, Kita Waras di Zaman Edan (Jakarta: Quanta, 2015).

9.      The Power of Reading (Yogyakarta: Aura Pustaka, 2013).

10.  Character Building (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2012).

11.  Pendidikan Multikultural: Konsep dan Aplikasi, Cet. IV (Yogyakarta: Arruzz-Media, 2008).

12.  Islam dan Pluralisme Agama (Yogyakarta: Aura Pustaka, 2014).

13.  Self Development: Personal, Sosial, dan Spiritual (Tulungagung: IAIN Tulungagung Press, 2015).

14.  35 Kompasianer Merajut Indonesia (buku bersama) (Jakarta: Kompas, 2013).

15.  Merajut Kerukunan Antarumat Beragama (Tulungagung: IAIN Tulungagung Press, 2012).

16.  Pengantar Studi Islam (Yogyakarta: Gre Publishing, 2011).

17.  Sejarah Pemikiran Hukum Islam (Yogyakarta: Teras, 2009).

18.   “Resiko Menawarkan Pemikiran Liberal”, dalam Ulil Abshar-Abdalla, dkk, Islam Liberal dan Fundamental: Sebuah Pertarungan Wacana (Yogyakarta: eLSaQ, 2003).

19.  Teologi Kerukunan, Mencari Titik Temu dalam Keragaman (Yogyakarta: Teras, 2011).

20.   “Krisis dalam Dunia Pendidikan, Dimensi Kemanusiaan, dan Pengembangan Nalar Spiritual”, dalam Akhyak (ed), Meniti Jalan Pendidikan Islam, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2003).

21.  Rekonstruksi Pendidikan Nasional, Membangun Paradigma yang Mencerahkan (Yogyakarta: Teras, 2009).

22.  Konservasi Lingkungan Berbasis Tradisi (Tulungagung: STAIN Tulungagung Press, 2011).

23.  Spirit Literasi (Tulungagung: Akademia Pustaka, 2019).

24.  Resolusi Menulis (SPN Grup, 2017).

25.  The Power of Writing (Yogyakarta: Lentera Kreasindo, 2015).

26.  Dan beberapa buku lainnya.

Mantabbbzzz....Kaya akan karya. Menurut beliau Menulis itu Mudah sebelumnya beliau mengajak kita untuk mengunjungi 2 blognya dengan link https://www.spirit-literasi.id/2021/09/pangeran-diponegoro-proses-kreatif.html di dalamnya ada 434 artikel dan link https://ngainun-naim.blogspot.com/2021/07/adab.html yang berisi 476 artikel.

🌸🌸Kunci Menulis itu Mudah :

🌿Mindset bahwa menulis itu mudah.

        - Lakukan Affirmasi dalam diri kita bahwa menulis itu mudah berulangkali tanamkan dalam diri.

🌿Tekat yang kuat

    - Harus bersemangat, tidak mudah menyerah , ada hambatan dihadapi dan diatasi bukan berlari dan           menghindar.

🌿Menulislah yang diketahui, jangan menulis dari yang tidak diketahui

    - Mulai dari kegiatan sehari - hari.

    - lakukan rutin dan konsisten

🌿Banyak membaca

    -Orang yang rajin membaca tetapi tidak menulis itu ibarat pohon tumbuh subur tapi tidak berbuah.

    -Orang yang rajin menulis tapi tidak membaca tidak akan bertahan lama karena tidak ada yang bisa         ditulis.

    -Membaca itu seperti menabung yang akan dikeluarkan secara otomatis saat menulis

🌿Jam terbang

    - Semakin sering menulis, semakin mudah

    - Praktek menulis

    - Menurut Prof. Dr Kuntowijoyo cara menulis adalah :membaca, menulis,  menulis,membaca,                   menulis dan menulis.

🌿Sabar menjalani proses menulis

    - Sepanjang dijalani dengan sabar , menulis akan berhasil

🌸🌸Tips yang dibutuhkan untuk menghindari rasa malas dalam menulis :

    - Perlunya usaha motivatif ( motivasi internal dan eksternal ).

        * Motivasi eksternal biasanya efektif tetapi sesaat

            - Contoh menulis skripsi , ide datang selesai skripsi ide hilang.

        * Motivasi internal lebih kuat dan kokoh.

            - contoh , menulis motivasi untuk ibadah. 

🌸🌸Membangun konsistensi agar terjaga komitmen menulis:

        - Membiasakan membaca dan menulis pada pagi hari( kondisional )

        - Paksa untuk membiasakan diri menulis

        - Membiasakan menulis dan membaca sebelum tidur( kondisional )

Keyword dari pertemuan kali ini adalah membaca , menulis dan praktek. Sekaligus ini menjadi jawaban dari ketidak PD an sahabat saya tadi.

Semoga diberi kemudahan untuk mengikuti kemana pena ini menari dan hasil tariannya menjadi karya fenomenal yang mampu dinikmati oleh semua orang. Semangat Gaysssss..... Gassss pollllll...oworrr..oworrrrr....😄😄😄💪💪💪

Yogyakarta,

Kisah Inspiratif (Anak Juga Ingin Dimengerti)

https://satuguru.id/  Kisah Inspiratif ( Anak juga Ingin Dimengerti )                  Tanggal 25 Nopember selalu istimewa untuk dikenang ...