Jumat, 30 Juli 2021

Writer's Block




Semangat Pagiiii....worrr..oworr...oworr😀💪💪💪

Kalimat itu menjadi pembuka pertemuan-pertemuan kami di sekolah. Kenapa kami menggunakan kalimat tersebut,karena semangat harus selalu dikumandangkan, dan semangat harus selalu pagi..tidak mengenal siang,sore bahkan malam. Hal itu kami lakukan untuk membangun motivasi diantara kami.

Aura semangat pagi juga saya dapatkan di komunitas ini. Dari sosok Om Jay yang tak kenal lelah selalu memberikan info-info terkini serta tantangan - tantangan kepada kami. Dan juga Narasumber pelatihan yang sangat kredible sehingga 
mudah dicerna , dipraktekkan maupun diaplikasikan.

Dan masuk serta berinteraksi dengan komunitas belajar menulis gelombang 20 ini merupakan anugerah terindah. Hari demi hari selalu ada ilmu baru yang saya dapatkan, beraneka warna silaturahmi dibangun,saling suport ,saling berbagi dan saling saling yang lain. Potensi pesertapun beragam,sehingga betul-betul menjadi tempat belajar yang baik.

Tak terasa hari ini sudah memasuki pertemuan yang ke 9. Selalu ada ilmu baru,sehingga terasa sayang dilewatkan,meski kadang harus berbagi waktu dengan aktifas pekerjaan yang juga minta diprioritaskan. Tetapi dengan semangat  to be better,  maka semua bisa berjalan dengan baik seiring sejalan.

Pertemuan kali ini mengambil tema sebagaimana di bawah ini 👇:

 Ada ilmu baru lagi nich..Writer's Block... what's that ?  Narasumber materi ini adalah Ibu Ditta Widya Utami, S.Pd.Gr dengan Moderator hebat Ibu Maesaroh.

Acara dimulai oleh Moderator yang dikenal dengan Sang Blogger Millenial Bunda Maesaroh dengan terlebih dahulu memperkenalkan Profil Narasumber.  Narasumber cantik nan cerdas asal kota Subang. Sang peraih Penghargaan Bupati Subang (2020), pula peraih Penghargaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang sebagai guru berprestasi (2021). Prestasi literasinya yang membanggakan hingga karyanya yang mampu menembus Penerbit Mayor, memberikan jejak prestasi  literasi yang baik bagi tanah Subang.Beliau adalah perempuan  cerdas bernama Ditta Widya Utami, S.Pd., Gr.salah satu guru IPA di SMPN 1 Cipeundeuy, Subang, Jawa Barat.
Beliau aktif menulis di ruang inspirasi,
kompasiana,youtuber dan aktif di Instagram. 

Diawal paparan Narasumber menyapa moderator dan sekaligus para peserta. Opening dari materinya begitu istimewa. Ibu Ditta memberikan tantangan kepada semua peserta. Yaitu dengan menampilkan sebuah gambar 👇
Semua peserta diminta untuk menulis 3 paragraf tentang gambar tersebut selama 15'. Dan luar biasa..ternyata itu adalah sebuah stimulus dari materi yang akan disampaikan. Betul-betul cerdas dan menyenangkan....aplauss tuk bu Ditta👏👏👏

Apakah Witers Block itu? Menurut Wikipedia adalah 👇
Writer's block adalah suasana dimana kita mengalami kebuntuan dalam berpikir atau menulis.Wikipedia mengartikannya sebagai keadaan saat penulis kehilangan kemampuan menulis atau tidak menemukan gagasan baru untuk tulisannya.Keadaan ini bisa menimpa siapa saja baik  penulis pemula maupun profesional.

Misal seperti tantangan di awal materi. Bagi penikmat seni wayang atau sejarah, mungkin tidak menemui kesulitan berarti saat harus menulis tentang wayang. Tetapi bagi yang tidak faham bisa jadi akan menemukan kesulitan tersendiri.
Tak hanya topik baru, metode baru dalam menulis pun bisa membuat kita terserang 
Writer's block.

Lalu, apa saja penyebab writer block?
Ketika kita sudah penat sehingga mengalami kebuntuan dalam menulis,apa yang harus dilakukan? Narasumber memberikan solusi sebagai berikut :
✍️ mempelajari teknik 
✍️banyak berlatih menulis 
✍️beristirahat sejenak
✍️refreshing 
✍️lakukan hal yang membahagiakan 
✍️jangan terlalu perfecsionis
Narasumber mengakhiri materi dan menyerahkan kembali kepada Moderator.

Seperti biasa,diakhir materi adalah waktu untuk sharing dan tanya jawab. Saya mencoba merangkum pertanyaan dari para peserta:
🤳 Menulis asal selesai,tidak sesuai alur?
🤳Cara bu Ditta mengatasi WB
🤳Bagaimana cara mengembalikan semangat setelah mengalami WB
🤳Yang harus dilakukan jika tiba-tiba ide yang ada di kepala hilang melayang sehingga bingung untuk menulis
🤳Bagaimana mengatasi WB yang berkepanjangan
🤳Apa yang dilakukan untuk menghindari WB
Dan beberapa pertanyaan senada.

Narasumber memberikan penjelasan dan menjawab pertanyaan dengan gamblang,jelas dan dengan bahasa yang enak. 

Materi malam ini luar biasa dan sangat berkesan .Dekat dengan kita karena memang sering kita alami. Terimakasih bu Ditta dan Bu Mae untuk malam ini.

Special Note :
🌻Membaca dan berlatih adalah jendela semua permasalahan , so... ketika kita merasa sudah mentok dalam menulis , muara kembali kita adalah membaca dan juga berlatih. Maka yang utama harus kita perbaiki adalah semangat untuk berlatih maupun membaca.

🌻Selalu ada solusi setiap permasalahan , So...tidak ada alasan untuk mundur, tetapi kita harus bergerak untuk maju dan berubah. Selama kita tidak mau bergerak apalagi berubah...jangan berharap bisa menulis dan menemukan solusi.

Semangattt Gaess... Ada Bintang di depan mata yang tak mungkin bisa kita raih tanpa kita berlari...🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃
Tetap semangat dan jangan lupa bahagia❤️🌷
Resume ke 9 ini ditulis oleh Nur Hayati,
Sleman, 30 Juli 2021
Pertemuan ke 9
Tema                : Mengatasi Writer's Block
Narasumber     : Ditta Widya Utami, S.Pd,Gr
Moderator        : Maesaroh, M.Pd

Rabu, 28 Juli 2021

Goresan Pena Nan Terserak

Hari ini Cuaca Yogya begitu menyengat,panas luar biasa,aktifitas hari ini yang padat merayap menambah gerah rasa di tubuh . Berita dampak dari Pandemi Covid-19 baik di lingkungan rumah maupun tempat kerja juga belum menunjukkan tanda-tanda surut. Sehingga menambah suasana makin tidak nyaman.

Akan tetapi berbeda suasana malam ini. Rutinitas setiap Rabu malam menjadi sesuatu yang ditunggu. Menggelorakan semangat untuk belajar. Istilah menulis sudah tidak asing bagi kita,karena memang berprofesi sebagai guru. Tetapi bukan berarti saya bisa menulis ,karena menulis disini bermakna kompleks.Untuk itulah saya memilih berada di Komunitas ini, agar proses belajar menjadi terpacu karena spirit dari teman-teman yang hebat dan juga Narasumber yang luar biasa.

Dan malam ini,pertemuan kedelapan kelas online via wathsaap adalah sebagai berikut👇👇👇
" Sesungguhnya muara dari menulis itu adalah buku. Karena buku bersifat abadi,dan menjadi alibi tak terbantahkan atas kehadiran seorang anak manusia dimuka bumi ini"
( Thamrin Dahlan-Dosen,Kompadioner) 

Narasumber pertemuan kali ini adalan bapak Thamrin Dahlan,S.KM.M.Si. 
didampingi Moderator Mr Bams. 
Profil Narasumber kita 👇
Melihat profilnya begitu menginspirasi,seorang purnawirawan yang menjadi dosen dan yang lebih mencengangkan saya adalah karyanya "40  buku" yang sudah diterbitkan...wow...

Kalau boleh saya menebak - nebak,mengapa beliau memilih menjadi dosen dan produktif berkarya, karena menurut beliau ,pekerjaan peradaban di muka bumi ini hanya 2 yaitu penulis dan pengajar. Dan keduanya sudah beliau tepati. Selain itu ,juga aktifnya beliau berkarya dan menerbitkan buku karena hal tersebut juga sebagai eksistensi atas kehadirannya di muka bumi ini,seperti tulisannya  pada opening speach. 

Lalu siapa arsitek dari peradapan tersebut? menurut pak Thamrin,arsitek dari peradaban tersebut adalah GURU. Tentunya tidak sembarang guru,tetapi guru dengan kriteria-kriterianya. Apakah itu? Yaitu :
👉 Guru yang mengajar dan mendidik dengan hati.
👉 Guru yang mampu menjadi teladan.
👉 Guru yang hebat,yang mampu merubah paradigma berfikir kritis,terbuka dan selalu upgrade ilmu.

Fokus pada tema malam ini   "Buku Muara Tulisan dan Buku adalah Mahkota Penulis". Apa maksudnya?Apakah semua guru ( kita ) bisa menulis ? Dan apakah kita bisa dan mampu menerbitkan buku? Bagaimana? Dan segudang pertanyaan menyelinap dibenak saya.

👆menurut beliau bahwa semua diantara kita pasti bisa menulis. Permasalahannya adalah bagaimana kita memulai? 

Dan Narasumber memberikan solusi yang sangat masuk akal dan sangat bisa kita lakukan.
📌 Apa yang bisa kita tulis ?
     - Menulislah dengan hati ,apapun bisa ditulis(yang disukai,hobby,pekerjaan  dll)
📌Dari mana inspirasi menulis?
   - Membaca, mendengar ,silaturahmi,  lingkungan,mengikuti pelatihan atau 
     yang lainnya.
📌 Kapan?
      - Luangkan waktu
      - One Day One Posting
📌Dimana meletakkan tulisan?
     - Dimanapun media ( laptop,komputer,  HP,media sosial dsb)
📌Kemana tulisan bisa dishare?
      - website, facebook,twitter,email dll

Selain itu beliau juga memberikan methode praktis bagi para pemula untuk menghindari adanya ketakutan akan kegagalan menulis. Methode tersebut antara lain :
📝Upayakan tidak meninggalkan tulisan
📝Hiraukan kesalahan ketik
📝Apabila blank, tinggalkan paragraf masuk paragraf baru.
📝Ketika editing,baca berulang-ulang.
📝Sebagai pemula ,cukup menulis 7 paragraf
📝Segera posting di media sosial

Melihat hal - hal di atas, sangat tidak tepat apabila kita masih beralasan untuk tidak menulis dan mengatakan tidak bisa menulis. Materi yang luar biasa.

Muara dari tulisan adalah buku. Karena pada dasarnya buku adalah kumpulan dari tulisan . Agar karya ada jejaknya maka harus dibukukan.Era kemajuan teknologi banyak sekali kemudahan dalam menerbitkan buku.  Sangat sayang apabila tulisan - tulisan tersebut tidak dikumpulkan kemudian dijadikan buku

Pak Tamrin mengenalkan solusi dalam menerbitkan buku 👇
Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD) sejak 19 Agustus 2020 telah menerbitkan buku ber ISBN (International Standard Book Number) sebanyak 232 Judul.  Sebagian besar adalah buku teman teman Guru Indonesia.

Rerata biaya cetak buku standard YPRD Rp. 50.000 per exp. Penulis memiliki master buku berupa softcopy buku sehingga bisa memperbanyak buku dimana saja.  Pada Prinsipnya YPTD adalah Yayasan non profit, mewakafkan diri membantu teman teman Penulis menerbitkan buku Ber ISBN.

Dan seperti biasa dipenghujung materi  ,Moderator memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya,ternyata antusiasme peserta luar biasa dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan dari peserta. Saya mencoba merangkum pertanyaan tersebut sebagai berikut:
1.Langkah-langkah agar bisa diterbitka YPTD.
2.Syarat agar buku ber ISBN.
3.Seberapa andil buku untuk merubah peradapan.
4.Aturan - aturan di penerbit YPTD
5.Alasan manusia masih enggan untuk menulis meski mudah
6.Langkah-langkah menulis Fiksi
7.Perbedaan menulis Fiksi dan non fiksi
8.Penggunaan kata sapaan yang baik dalam sebuah karya True Story
Dan banyak pertanyaan yang serupa dengan point di atas.

Dan sampailah diakhir waktu,closing statemen dari pak Tamrin berupa baris - baris pantun 😊:

Apa beda kijang dan rusa
Dua duanya memiliki kuku
Semangat Guru  luar biasa
Sebentar lagi memiliki buku

Kalau ada jarum nan patah
Jangan disimpan didalam peti
Kalau ada kata nan salah
Jangan disimpan didalam hati

Kalau ada sumur diladang
Bolehlah kami menumpang mandi
Kalau kita berumur panjang
InshaAllah kita bersua lagi

moderatorpun  menutup materi malam ini, dan dengan meninggalkan kesan yang luar biasa pada saya.

Spesial Note :
🌷Genderang sudah berkumandang...,tidak ada alasan tidak tumandang ( bangkit dan bergerak )
🌷Menunda berarti kalah...so harus segera eksekusi. Malas?? bukan jamannya😊🤭

Semangat yuuk gaessss💪💪💪💪

Sleman, 28 Juli 2021
Resume ditulis oleh Nur Hayati
Materi & Resume ke - 8
Tema : 
"Buku Mahkota Penulis ,Buku Muara Tulisan"
Narasumber:
Thamrin Dahlan,S.KM.M.Si
Moderator:
Mr Bams





Senin, 26 Juli 2021

📝Antara Penulis, Buku dan Penerbit🥇

              Tak terasa malam ini ,Pelatihan Menulis Bersama PGRI sudah masuk pada pertemuan ketujuh. Aura semangat dan saling suport terasa sekali di komunitas ini. Group selalu meriah dengan tulisan -tulisan baru,sapaan-sapaan penyemangat sehingga bagi penulis pemula seperti saya tetap nyaman tidak merasa minder atau bahkan terpinggirkan.
               Setelah kemarin kita mempelajari tentang macam-macam penerbit, memasuki pertemuan ketujuh ,kita dikenalkan dengan materi yang tidak kalah menarik, dengan tema "Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie".
                   Moderator malam ini adalah Bunda Aam Nurhasanah yang semangatnya luar biasa menginspirasi. Dengan Narasumber bapak Raimundus Brian Prasetyawan,S.Pd. Seorang guru muda yang sarat prestasi. Dan tentunya dengan pengantar dari Guru Blogger Indonesia  sang Motivator Menulis Sejati Om Jay. Dengan Key Note nya " Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi".
                 Selanjutnya acara dipandu oleh ibu Aam Nurhasanah.Beliau membuka dengan memperkenalkan profil Narasumber. Pak Brian adalah alumni kelas menulis gelombang 4.Dari Profilnya, kelahiran 1992 ini sangat muda belia, namun memiliki segudang cerita. Beliau juga pendiri komunitas Cakrawala Blogger Guru Nasional(Lagerunal).Pak Brian adalah seorang guru SD di Jakarta. Profilnya pernah dimuat dibukunya yang berjudul " Majors For The Future".
                  Narasumber menyampaikan bahwa di awal keikutsertaannya,belum ada materi tentang Penerbit Indie. Dan di pertengahan Juli 2020 beliau mengenalkan tentang Penerbit Indie yang sudah bekerjasama dengannya.
                 Pak Brian menyampaikan rasa senangnya untuk sharing tentang menerbitkan buku di penerbit Indie pada Pelatihan Belajar Menulis gelombang 19 & 20.
               Seperti diketahui, salah satu syarat lulus pelatihan ini adalah menerbitkan buku solo.Maka tema kali ini adalah "Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie".Seperti diketahui bersama, sebelum ada penerbit Indie,semua penulis harus ke Penerbit Mayor dengan proses dan syarat yang tidak sederhana. Keuntungan di Penerbit Indie seperti kita ketahui adalah :
✍️ Pasti diterima.
✍️ Proses cepat dan mudah.
Meski kita harus menanggung biaya penerbitan,dan itu resiko menerbitkan tanpa seleksi.
              👆 itu adalah karya solo perdana dari Narasumber. Dan kali ini beliau menyampaikan untuk membantu para penulis pemula untuk menerbitkan buku kepada rekanan penerbit yang  sudah bekerjasama dengannya. Dimana dulu diawal penerbitan bukunya,dia tidak punya mentor ,sehingga harus mencari referensi sendiri.
                  Ditampilkan juga beberapa buku hasil pelatihan yang diterbitkan oleh penerbit rekanannya yaitu penerbit Gemala. 

✅ Yang perlu diketahui oleh penulis dalam memilih penerbit adalah memahami penawaran dan segala aturan mainnya.
Sebagai contohnya adalah seperti ini👇:
👉untuk editing, 
     Penerbit Gemala melakukan edit ringan saja,tidak mendalam.jika ingin cetak ulang lagi, harus di            penerbit rekanan saya. Jumlah minimal cetak yaitu 10 eksemplar.

👉Diposter ada keterangan bahwa 300,000 itu untuk maksimal 130 halaman A5. Jika lebih dari itu akan kena biaya tambahan

👉 Jangan memberi target kapan buku harus selesai terbit. 
      Karena naskah harus mengantri untuk diproses. Proses penerbitan paling cepat 1 bulan. tergantung         antrian cetak dan ISBN

👉Sebelum terbit, bapak/ibu akan diberi naskah buku PDF (dengan watermark) untuk dicek kembali

👉Perlu diperhatikan juga kelengkapan naskah yaitu:

📌cover ( judul buku dan nama penulis saja), 
📌Prakata, 
📌daftar isi (tanpa nomor halaman), 
📌profil penulis, 
📌sinopsis (3 paragraf. Masing-masing            paragraf  3 kalimat)
📌Prakata wajib  ditulis oleh   penulis sendiri.
📌 Kata Pengantar ditulis oleh orang lain dan tidak wajib ada. 

                    Di akhir materi sesi tanya jawab, diramaikan dengan pertanyaan seputar syarat penerbitan, model editing , finishing dan cara memasarkan buku yang sudah diterbitkan.

                    Akhirnya pemilihan penerbit diserahkan kepada penulis sendiri. Tetapi garis besarnya kita sudah memiliki gambaran  tentang penentuan penerbit mana yang akan kita  pilih untuk menerbitkan karya kita. Yang terpenting, setelah kuliah online beres, buku solo kita terbit 😀. 
Semangat teruusss gaess...💪💪

Spesial Note :
🌷 "Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar,maka jadilah penulis"-Kuntowijoyo-

🌷" Buku adalah liburan termurah yang bisa kamu beli, Buku adalah pesawat, kereta api dan jalan harapan untuk orang-orang yang ingin berada di tempat lain".

  👉So jadilah penulis dan terbitkan buku.........semangattt  bersama yuuukkk...💻📝

Sleman, 26 Juli 2021
Resume ke 7,ditulis oleh Nur Hayati
Pertemuan tanggal 26 Juli 2021
Dengan Tema "Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie"
Narasumber : 
Raimundus Brian Prasetyawan S.Pd
Moderator.    : 
Aam Nurhasanah ,S.Pd

Minggu, 25 Juli 2021

Soto Pak Man🍵


Minggu yang kutunggu- tunggu sebagai hari Merdeka Nasional. Sejak beberapa tahun terakhir ,hari Minggu menjadi hari yang istimewa bagi kami,karena kami berkomitmen bahwa setiap hari minggu menjadi hari keluarga. Semua waktuku hanya untuk keluarga. 

Sebelum Pandemi,kami selalu isi dengan acara keluar rumah. Entah itu hanya sekedar jalan -jalan, sepedaan ataupun rekreasi. Tapi karena PPKM maka kamipun
isi dengan kegiatan memasak dan berkreasi. Jagoan kecil kali ini pengin dibuatin Donat. Semua bahanpun segera kusiapin. Di tengah nyiapin segala sesuatunya, ada suara " thing-thing-thing" dari pak penjual Soto yang lewat depan rumah. Wuiiiihhh disertai aromanya yang begitu menggoda...tanpa ba bi bu..bocilku langsung teriak...."Pak...Soto...beli!".

 Soto Pak Man adalah soto favorit keluarga. Meski hanya soto dorongan tapi rasa nggak kalah dengan soto-soto di rumah makan yang mahal harganya. Kuahnya yang bening dengan irisan kol,tauge dan ayam suwirnya pas dimulut.
Rasanya maknyuss banget. Apalagi pak Man juga menyiapkan menu lauk tambahan dengan sate ati,tempe garit maupun bergedel kentang ,menambah selera siapa aja tuk mencicipi. Sambalnya jangan diragukan, pedasnya mantap. Tak terasa mangkuk kamipun udah bersih, jadi lebih bersemangat untuk menikmati minggu ini karena kehadiran soto Pak Man. Makasih Pak Man....laris manis....

Sleman,25 Juli 2021

Jumat, 23 Juli 2021

Better Late Than Never

Nama.     : Nur Hayati
Resume.  : ke 6
Tema.       : Menulis Membuatku Naik Kelas dan Berprestasi
Pertemuan: ke 6 
"Dua Nikmat yang banyak manusia tertipu karena keduanya adalah Nikmat Sehat dan Waktu Luang".(HR Bukhari,Tirmidzi dan Ibnu Majjah)
Banyak manusia merugi karena nikmat sehat dan waktu luang.Banyak yang sehat fisik namun seakan ia tak punya waktu untuk akheratnya karena sibuk dengan urusan dunia.

Malam ini menjadi malam yang luar biasa...Saya harus berjibaku dengan waktu, karena berita tidak menyenangkan di sekolah,selama 3 hari berturut-turut ada wali murid yang meninggal karena terpapar covid..Dan kami disibukkan dari acara pendampingan keluarga hingga acara doa bersama by Zoom bersama keluarga besar wali murid dan guru karyawan yang malam ini juga dilaksanakan dari pukul 19.00-21.00. Disisi lain malam ini ada kelas menulis dengan materi yang luar biasa menarik. Dan tentunya sayang tuk dilewatkan. Tubuh rasa tidak bersahabat, lemas dan kantuk yang menyerang. Bismillah semua harus bisa  berjalan. Tepat Zoom Doa bersama selesai,mulailah Fokus ke Group Belajar Menulis. Dan ketika membuka Group..masyaallah...sudah banyak teman-teman yang selesai mengumpulkan resume. Semangat yang luar biasa.

Pertemuan kali ini mengambil tema materi
"Menulis Membuatku Naik Kelas dan Berprestasi". Dengan Narasumber Ibu Aam Nurhasanah,S.Pd,dan moderator sang Blogger Milenial Ibu Maesaroh,M.Pd.
Sebelum acara diambil alih oleh Moderator,dibuka terlebih dahulu oleh Om Jay sang Penggerak Sejati (sebutan saya karena kekaguman akan semangatnya untuk memotivasi dan melahirkan penulis - penulis hebat ),kalimat pembuka yang bikin semangat :
-Supaya bisa lulus dan mendapatkan sertifikat 40 jam, maka kita harus fokus dan punya komitmen tinggi. 
-Nikmati prosesnya karena proses tidak akan mengkhianati hasil. 
-Dan terbitkan buku setelah ikut pelatihan  
menulis di PGRI. 

Moderator mengambil alih peran dan  mulai memperkenalkan narasumber.  Profil Ibu Aam adalah sebagai berikut:
Dengan karya-karyanya yang luar biasa antara lain :
  Berikutnya waktu diberikan kepada ibu Aam. "Better Late Than Never"
Kata Motivasi dari bu Kanjeng yang luar biasa melecut semangat bu Aam,yang sekaligus mencerminkan akan kegigihan bu Aam meraih mimpi-mimpinya.Beliau pertama kali ikut kelas Omjay, tergabung di gelombang 8 bersama Cak Inin(Pak Mukminin), Bu Nora, dan Mr. Bams .Waktu itu, Mr.Bams ketua kelas.
Namun, impiannya jadi hilang,karena tidak  lulus ,yang dikarenakan tidak fokus dan bingung dengan tugas membuat resume yang baik. Akhirnya  ditinggalkan Cak Inin, Bu Nora, dan Mr. Bams.Tetapi bu Aam tidak patah semangat.Dan kembali mengikuti kelas menulis gelombang 12.
Saat itu semangatnya menggebu-gebu, pasang langkah kaki seribu, ingin segera terbitnya buku, gabung antologi dan perjuangannya tidak sia-sia, akhirnya lahirlah buku pertamanya.Buku solo "Mengukir Mimpi Jadi Penulis Hebat" karena dulu ia bermimpi ingin jadi penulis buku. Lagi-lagi bu Kanjeng mensemangati bu Aam untuk berkarya dan berkarya,
karena beliau tahu akan potensi dari bu Aam. Sehingga hadirlah karya - karya hebat bu Aam yang lain. Dari cerita di atas bisa disimpulkan bahwa betapa pentingnya seorang mentor dalam menulis. Dan di Gelombang 20 ini betebaran mentor yang bisa dijadikan penyemangat dalam belajar.

Semangat Narasumber yang luar biasa menginspirasi, dari keberhasilannya menjadi penulis kemudian naik kelas menjadi kurator dan juga editor. Sedang syarat yang dipenuhi untuk menjadi kurator adalah  harus mampu mengajak peserta untuk membuat satu buku antologi(buku  bersama). Selain itu juga harus mampu berkomunikasi dengan baik dengan peserta, dari menampung  naskah dan administrasi. Editor?? syarat menjadi editor adalah:
1. Harus menguasai PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia)
2. Paham dengan fungsi tanda baca dan penggunaan huruf kapital. 
3. Mampu mengedit typo(salah ketik)
Sebuah pencapaian yang luar biasa.

Kegagalannya di gelombang 8 tidak serta merta mematahkan semangatnya ,tetapi justru membawanya pada level tertinggi prestasi. Dan kegagalan itu membuatnya dikenal dengan Bu Aam Juara 1  Lomba Blog PGRI Tingkat Nasional.Beliau adalah sosok pembelajar sejati yang memperjuangkan mimpinya dengan gigih. 

Dan apa rahasia beliau bisa mensemangati diri ,mengubah kegagalan menjadi prestasi? Jawabannya adalah:
✅mencari sumber inspirator dan motivator. Inspiratornya adalah Omjay yang mengenalkannya pada blog dan bisa menjadi juara blog. Dari Omjay beliau belajar banyak ilmu. Sedangkan motivator beliau adalah Bu Kanjeng. Orang yang mampu membangunkankepercayaan
 dirinya,bahwa menulis adalah bakat yang perlu dilatih. 

Belajar dari kisah bu Aam,membawa pada spirit pribadi....Imposible Is Nothink....
Tidak ada yang tidak mungkin ,jika kita mau memperjuangkan mimpi-mimpi kita.
Terimakasih bu Aam,terimakasih Om Jay dan terimakasih semua di kelas ini yang membawa aura positif dalam belajar saya.

Sleman, 24 Juli 2021
Salam tahajud




Rabu, 21 Juli 2021

Mengenal Lebih Dekat Tentang Penerbit Indie🖥️

Nama.        : Nur Hayati
Gelombang: 20
Resume.     : 5
Tema.         : Mengenal Penerbit Indie 
Pertemuan : ke 5

"Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman diantaramu.Dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan"
Pada dasarnya Allah menempatkan pada posisi istimewa orang -orang yang beriman,berilmu dan mau mengamalkannya.

Pada Pertemuan ke-5 ini ,Pelatihan Belajar Menulis bersama Om Jay dan PGRI mengambil tema "Mengenal Penerbit Indie". Yang disampaikan oleh Narasumber Bapak Mukminin,S.Pd.M.Pd. dengan Moderator Mr Bams. 

Seperti biasa sebelum acara dimulai maka Moderator memperkenalkan CV Narasumber :
Beliau lebih dikenal dengan panggilan Cak Inin. Yang memiliki motto:
- Man Jadda Wajada
-Jadikan Bermanfaat bagi orang lain
-Tidak ada kata terlambat untuk menulis,tulislah apa yang anda suka,anda lihat,anda baca dan anda dengar. Anda rasakan untuk berbagi pada orang lain.
dan masih banyak lagi yang lain. Dan Cak Inin mulai menulis pada usia 55th.
 Sekarang karyanya sudah lebih dari 50.

Karya-karyanya antara lain:
Cak Inin adalah alumni Pelatihan menulis gelombang 8,dan sekarang memiliki sebuah penerbitan di Lamongan.

Menurut beliau,pada zaman melinial ini semua org bisa menulis dan menerbitkan buku.  Menulis dan menerbitkan buku itu mudah, tidak serumit yg kita bayangkan. Apalagi sbg seorang guru pasti bisa menulis, baik fiksi maupun karya ilmiah. 
Tetapi apakah betul bahwa menulis itu mudah? Menerbitkan buku itu mudah?
Bagi kita para pemula pasti jawabannya adalah 'tidak'😀.

Untuk bisa terlatih menulis tentunya butuh ketekunan ,ketelatenan,perjuangan dan konsistensi.Selain itu, perlu juga tekad dan motivasi tinggi agar tidak goyah saat menjalani proses menulis.
Berbicara Motivasi Cak Inin menyampaikan beberapa kata Mutiara:
1."Semua orang akan mati kecuali karyanya, maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di akhirat kelak". - Ali bin Abi Tholib
2. "Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis". - Imam Al-Ghazali

Dari kedua kata mutiara tersebut memacu kita untuk menulis dan menjadi penulis.
Pada pertemuan sebelumnya, kita juga pernah belajar tentang penulis pemula menerbitkan buku. Penulis dan Buku adalah satu kesatuan .

Tahapan Cara Menulis dan Menerbitkan Buku yang Tepat menurut Cak Inin :
 Ada 5 tahapan yg harus dilalui: 
1. Prawriting
    a.Penulis mencari ide apa yang akan               ditulis dg peka terhadap sekitar 
      ( Pay attention).
    b. Penulis hrs kreatif terhadao                          fenomena yg terjadi di sekitar untuk            dijadikan tulisan.
    c. Harus banyak membaca buku.
2. Drafting
    Dimulai dari apa yang disukai ( pasion).      Boleh menulis artikel, cerpen, puisi,              novel dan sebagainya dg penuh 
    kreatif merangkai kata, menggunakan          majas, dan berekspresi untuk menarik        pembaca.
3. Revisi
    Setelah naskah selesai maka kita                lakukan revisi naskah.  
4. Editting/ Swasunting
    Penulis melakukan pengeditan. Hanya        memperbaiki berbagai kesalahantanda  
    baca, kesalahan pada kalimat.Penulis          dituntut untuk memiliki kemampuan 
    bahasa Indonesia yang baik dan benar        sesuai EBBI. 
5. Publikasi  / penerbitan  buku.

Poin kelima inilah yang dibahas dalam materi kali ini.Pertanyaannya apakah Anda sudah mempunyai pandangan penerbit yg akan menerbitkan buku Anda? Untuk penerbit Mayor,tentunya kita harus antri.Dan belum tentu naskah kita diterima. Tentu jawabnya adalah penerbit Independen ( penerbit Indie) yang bisa memfasilitasi para penulis pemula. Di dalam grup Belajar Menulis Bersama PGRI ini ada 4 penerbit indie:
✓ Oase
✓ Gemala
✓ YPTD dan 
✓ Kamlia Press Lamongan.
Tapi sebelumnya perlu kita ketahui tentang Penerbit itu sendiri.

Penerbit buku ada 2 macam,yaitu penerbit Mayor dan  penerbit Indhie. Apa perbedaanya? 
1.  Jumlah Cetakan di penerbit mayor. 
✅ Penerbit mayor  mencetak bukunya secara masal. Biasanya cetakan pertama sekitar 3000 eksemplar atau minimal 1000 eksemplar untuk dijual di toko-toko buku.
✅Penerbit indie : hanya mencetak buku apabila ada yang memesan atau cetak berkala yang dikenal dengan POD ( Print on Demand) pola distribusinya melalui media online Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, WA grup dll.

2.  Pemilihan Naskah yang Diterbitkan
✅Penerbit mayor : 
- Harus melalui beberapa tahapan . 
 - Mereka ekstra hati-hati dan tidak                 beresiko dalam memilih naskah 
   yang akan mereka terbitkan.
 - Mengikuti selera pasar, dan tingginya         tingkat penolakan.
✅Penerbit indie : 
- Tidak menolak naskah. Selama naskah tersebut sebuah karya yang layak diterbitkan; tidak melanggar undang-undang hak cipta karya sendiri, tidak plagiat, serta tidak menyinggung unsur SARA dan pornografi.

3.  Profesionalitas
✅Penerbit mayor : 
  - Profesional dengan banyaknya              dukungan SDM di perusahaan     
besar mereka.
✅Penerbit indie 
Profesional, tapi sering disalah artikan. Banyak sekali anggapan menerbitkan buku di penerbit indie asal-asalan, asal cetak-jadi-jual. Sebagai penulis, harus jeli memilih penerbit.Mutu dan manajemen pemasaran buku bisa menjadi ukuran penilaian awal sebuah penerbitan.

4.  Waktu Penerbitan
✅Penerbit mayor :
- Antri dan butuh waktu lama.Bisa bulan       bisa tahun.
✅Penerbit indie :
-Proses Cepat

5.  Royalti
✅Penerbit mayor : 
Kebanyakan penerbit mayor mematok royalti penulis maksimal 10% dari total penjualan. Biasanya dikirim kepada penulis setelah mencapai angka tertentu atau setelah 3-6 bulan penjualan buku.
✅Penerbit indie : 
umumnya 15-20%  dari harga buku. Dipasarkan dan dijual penulis lewat fb, Instagram, wa grup, Twitter, status, dll

6. Biaya penerbitan
✅Penerbit mayor : 
- Biaya penerbitan gratis. 
-Itulah sebabnya mereka tidak bisa langsung menerbitkan buku .
✅Penerbit indie :
- Berbayar sesuai aturan penerbit.

Demikian materi terkait dengan seluk beluk penerbitan yang disampaikan oleh Cak Inin. Cak Inin juga memaparkan tentang penerbit Indie yang dimilikinya di Lamongan yang diberi nama Kamila Press.

Dan diakhir materi seperti biasa Moderator membuka sesi tanya jawab. Animo penanya malam ini luar biasa. Saya tidak bisa menyampaikan satu persatu pertanyaan tersebut , tetapi bisa dirangkum sebagai berikut :
1. Syarat naskah yang baik untuk bisa  diterbitkan.
2.Tata tulis,kosa kata yang baik untuk naskah.
3. Proses Edit di Penerbitan Indie
4.Untuk Fiksi /Antologi Puisi perlukah adanya daftar pustaka.
5.Bagaimana dengan naskah berbahasa  Inggris ,apakah diperlukan proses revisi oleh yang profesional sebelum dipublish?
Dan masih banyak pertanyaan yang hampir serupa dengan poin - poin di atas.
Dan Cak Inin menjelaskan dengan alur seperti materi yang sudah disampaikan di atas.

Demikian resume kelima yang bisa saya sajikan,semoga membawa manfaat bagi teman-teman terkhusus saya pribadi. 

Kesimpulan materi malam ini  adalah "Ada titik terang dan harapan bagi kita semua penulis pemula,untuk menerbitkan buku dengan adanya Penerbit Indie. Imposible is Nothink. Man jada wajadda ,jika kita mau pasti disitu ada jalan. Seperti Opening dari Cak Inin tadi, Menulis itu mudah dan menerbitkan buku juga mudah...Jika kita Istiqomah untuk tetap menulis dan selalu menulis apa yang kita suka,kita dengar,kita baca dan kita rasakan"
 
Sleman,21 Juli 2021

Selasa, 20 Juli 2021

Berdua lagi....🌷


Tahun kedua kujalani sholat Idul Adha dengan kondisi yang istimewa...
Di tengah Pandemi yang tidak tahu kapan berakhir..
Tahun ini makin istimewa karena kujalani sholat Ied juga hanya berdua dengan jagoan kecilku...
Suami yang karena demi menafkahi keluarga harus rela berjauhan dan tidak bisa pulang hari ini....😭
Anak sulung yang belajar di Pondok..
Akhirnya...kunikmati hari ini betul -betul istimewa dengan berbagai rasa yang berkecamuk...
Komunikasi Jarak Jauhpun kulakukan tuk minta maaf dan membangun kasih  dengan suami,hati rasa "jleb"...tak bisa diungkapkan lagi....
Begitupun ketika hal yang sama kulakukan tuk anakku yang satu...ya Allah nak...Mami kangen kakak...dan butiran air mata tak lagi bisa kubendung....😭
mulut rasa terkunci g ada yang bisa kuucapkan....
Sehat ya nak..belajar yang rajin ,Mami doakan yang terbaik untukmu...😘
Jagoan kecilku yang masih kelas 3 SD pun bertanya...kenapa Papi gak pulang?
Kenapa kakak gak boleh pulang juga?
Kan hari ini lebaran...
Dan kenapa...kenapa yang lain....😭
Ku harus siapkan segudang jawaban agar dia tidak salah tafsir...
Papi sayang adik...
Kakak sayang adik...
Tapi karena tugas yang memaksa mereka gak bisa berkumpul....
Dan....tahun ini memang luar biasa...
Ampuni hambaMu ini ya Allah yang telah banyak mengeluh...
Terimakasih masih diberi kesempatan tuk bertemu Hari Raya Idul Adha yang luar biasa....
Pasti ada skenario indah untukku...
Aku yakin itu....

Sleman,10 Dzulhijah /20 Juli 2021

Senin, 19 Juli 2021

Karya Ilmiah dibukukan?? Kenapa tidak ?

 Nama                    : Nur Hayati

Pertemuan              : ke 4

Hari/tgl                   : Senin, 19 Juli 2021

Tema                       : Menulis Buku Dari                                           Karya Ilmiah

Narasumber            : Noralia Purwa Yunita,                                      M.Pd

Resume ke              : 4

    Beberapa hari ini saya disibukkan dengan beberapa Mahasiswa yang minta ijin untuk mengadakan penelitian di sekolah kami.Ada yang karena untuk kepentingan tugas akhir , baik Skripsi maupun Thesis ataupun karena memang untuk kebutuhan penelitian. Karya Ilmiah menjadi bagian penting yang tidak terpisahkan dari seorang beratribut mahasiswa. Ada yang melakukan penelitian dengan kesungguhan hati sehingga mendapatkan produk yang bermanfaat di kemudian hari baik bagi dirinya sendiri ataupun masyarakat. Tetapi tidak sedikit yang mengadakan penelitian hanya sebagai sebuah prasyarakat belaka, sehingga selesai penelitian berarti selesai pula tugasnya dan tidak berbekas kecuali NILAI sebagai tujuan akhir. 

    Pada materi ke 4 ini disampaikan materi dengan tema "Menulis Buku Dari Karya Ilmiah" . Diantara kita pasti memiliki Karya Ilmiah. Tapi mungkinkah Karya Ilmiah menjadi " Buku" sebagai sebuah karya yang bisa dibaca dan bermanfaat bagi banyak orang. Sebuah buku harus menyajikan informasi secara  urut agar dapat diikuti dan dipahami pembaca, dan ini sering menjadi kendala tersendiri bagi seorang penulis pemula.

    Saya mengalami hal yang sama, ada beberapa karya ilmiah , ada juga beberapa karya Best Practice tidak pernah terpikirkan untuk menjadi sebuah buku. Karena memang saya tidak tahu harus memulai dari mana. Jadi materi kali ini sangat pas dengan kebutuhan saya dan mungkin sahabat - sahabat juga.

    Materi kali ini disampaikan oleh Ibu Noralia Purwa Yunita,M.Pd. Beliau adalah salah satu peserta Pelatihan Kelas Menulis bersama Om Jay dan PGRI angkatan ke 8. Beliau membawakan materi dengan judul " Menulis Buku dari Karya Ilmiah". Beliau memulai dengan memperkenalkan diri, dan juga ucapan terimakasih kepada Om Jay dan Tim karena sudah diberi kesempatan menjadi Narasumber.

    Sebagaimana diketahui, bagi lulusan S1 pasti memiliki karya ilmiah berupa skripsi, S2 memiliki thesis dan bagi yang berprofesi Guru seperti kita pasti juga dituntut untuk memiliki karya yang berupa PTK ( Penilaian Tindakan Kelas ), bagi Kepala Sekolah maupun Pengawas juga dituntut untuk memiliki PTS ( Penilaian Tindakan Sekolah ). Atau minimal pernah membuat KTI, tetapi biasanya setelah selesai disidangkan atau dinilaikan maka hanya sebagai pajangan di Perpustakaan yang mungkin hampir tidak pernah tersentuh. Bagi yang suka menulis Best Practice tidak jauh berbeda, endingnya juga hanya penghias rak buku ataupun meja . 

    Lalu apa solusi agar karya - karya fenomenal kita yang tentu kita kerjakan dengan cucuran keringat, memeras otak dan juga tenaga ekstra yang  dikeluarkan  bahkan memakan waktu yang panjang untuk menyelesaikan ini tidak hanya sebagai pajangan tanpa makna? Solusinya adalah diubah menjadi BUKU, dengan harapan bisa dibaca oleh khalayak dan membawa manfaat bagi orang banyak selain penulis sendiri.

Kenapa harus buku ? 

1. Mudah dibaca oleh masyarakat awam

2. Buku dapat diperjual belikan, sehingga membawa keuntungan secara materi.

3. Bagi ASN , buku selain menambah poin angka kredit. Selain mendapat poin AK dari laporan PTK,  juga publikasi ilmiah berupa buku.

4. Jika buku yang diterbitkan banyak peminat, maka otomatis nama penulis akan dikenal sehingga akan membawa keuntungan tersendiri.

5. Ilmu yang ada akan bebas terbaca oleh publik tanpa adanya sekat karena sudah diubah menjadi buku.

    Tentunya untuk merubah Karya Ilmiah menjadi sebuah buku tidaklah sederhana, apabila kita tidak mengetahui strateginya. Bu Nora membagi trik -  triknya sebagai berikut :

A.Ubah Judul PTK menjadi judul buku     dengan bahasa populer.

Judul KTI VERSI BUKU hanya berfokus pada objek penelitian .Sehingga materi, subjek, tempat penelitian harus dihilangkan.

Sebagai contoh 

JUDUL TESIS 

 *Pengembangan modul berbasis riset pada materi reaksi redoks untuk meningkatkan keterampilan generik sains siswa kelas X SMA* 

JUDUL BUKUnya menjadi:

kiat menulis modul berbasis riset

 Dapat dilihat dari contoh judul ini, objek/fokus penelitian Tesis terletak pada *pengembangan / pembuatan modul*,,jadi ketika diubah menjadi judul BUKU,harus di sesuaikan fokus ke penelitian itu.Tinggal ditambah kata : KIAT, JURUS, STRATEGI, CARA SUKSES atau yang lainnya agar lebih menarik dan mudah difahami.

B. Ubah Bab I PTK menjadi Bab I Buku

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu:

1. Hapus rumusan masalah

2. Hapus definisi operasional 

3. Hapus manfaat penelitian

Kita dapat mengisi bab I ini dengan memasukan permasalahan pembelajaran secara umum, alasan menggunakan metode/media/model pada pembelajaran, atau materi pelajaran yang kita teliti

C. Bab II pada buku diambil dari Kajian teori.

*Sebagai contoh* bab 2 KTI yang merupakan landasan teori berisi

2.1. hasil belajar

2.2. media pembelajaran

2.3. Modul

2.4. metode pembelajaran

2.5 pembelajaran berbasis riset

Nah ini ketika menjadi buku dapat dibuat menjadi beberapa bab yaitu

Sub bab 2.1. hasil belajar menjadi bab 2 buku 

Bab 2 TEORI BELAJAR

2.1. belajar

2.2. permasalahan dalam pembelajaran

2.3. Hasil belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya

Sub bab 2.2. media pembelajaran menjadi bab 3 buku

Bab 3 MEDIA PEMBELAJARAN

3.1. Pengertian media

3.2. jenis media

3.3. manfaat media

Sub bab 2.3. modul menjadi bab 4 buku

Bab 4 mengenal modul 

4.1.pengertian modul

4.2. karakteristik modul

4.3.sistematika modul

4.4. kelebihan modul

 Dengan demikian hanya dari bab 2 KTI saja, kita dapat menuliskan/ mengubahnya menjadi beberapa bab dalam buku dan seterusnya hingga sub bab dalam bab 2 selesai.

D.Bab V dapat diambil dari hasil penelitian dan pembahasan. 

1. Kita dapat memasukkan hasil penelitian KTI ke dalam buku kita. Ini dapat diawali dengan kata pengantar "pada bab ini merupakan uraian dari hasil penelitian.... ".

2.Hilangkan semua kata Penelitian/ laporan PTK, laporan skripsi dan lainnya yang biasanya ada di karya ilmiah

3. Boleh menampilkan grafik tetapi jangan terlalu banyak. Cukup grafik yang penting saja. Grafik lain yang tidak ditampilkan, ubah dalam bentuk kalimat

E. Secara Bahasa dan Penyajian. 

Karya ilmiah versi buku haruslah berbeda dengan versi laporan. Susunan dan gaya tulisan menyesuaikan dengan karakter penulis, karena setiap penulis memiliki ide  dan kreativitasnya masing-masing. Hal ini juga dipengaruhi oleh  pengalaman dan bahan bacaannya. Semakin kaya literatnya penulis, maka akan semakin berkualitas juga buku yang dia tulis. Hal ini karena membaca, berpikir dan menulis adalah satu rangkaian literasi yang tidak dapat dipisahkan. Selain itu,juga harus diperhatikan agar apa yang ditulis bisa sampai kepada pembacanya.

F. Jangan lupa untuk memberikan ulasan  Berikan ulasan mengenai kelebihan dan kelemahan penelitian yang dilakukan,hal ini penting untuk meyakinkan pembaca bahwa penelitian tersebut benar-benar dilakukan.

G. Daftar pustaka boleh menggunakan blog 

Namun yang diperbolehkan dari situs blog resmi seperti Kemendikbud.go.id, Jurnal ilmiah, e book,,atau karya ilmiah lainnya

JANGAN gunakan daftar pustaka berupa blog pribadi dengan domain blogspot, wordpress, dll.

H. Karya ilmiah versi buku 

Minimal memiliki 70 halaman format A5 dengan ukuran huruf, jenis huruf, dan margin disesuaikan Dengan aturan Penerbit. 

Dan yang perlu diingat, membuat buku dari karya ilmiah BUKAN BERARTI HANYA mengubah cover dan judul saja sementara isi sama persis dengan KTI yang sudah ada. Itu bisa dikatagorikan menjadi self plagiarisme untuk karya kita sendiri.

    Kesimpulan yang bisa kita ambil adalah, bahwa untuk menulis buku wajib hukumnya kita untuk memperkaya wawasan dengan banyak membaca buku. Membaca, berdiskusi ,menerima masukan dan bahkan kritik serta saran menjadi bagian yang tak terpisahkan. Belajar dan belajar adalah modal utama kita untuk bisa dan mampu menjadi penulis yang baik. Kapankah itu ? Just Now .....jangan ditunda , yuk semangat dan mensemangati diri untuk meningkatkan kualitas kita. Akhirnya...Menulis Buku Dari Karya Ilmiah kita? why not? hayyyuuukkk...kita semangat berkarya.

Sleman,19 Juli 2021

Sabtu, 17 Juli 2021

Pagiku..


Pagi ini seperti biasa...ketika ku buka mata pertama kali dan kunyalakan HP,dah kulihat ada sapaan pagi dari seorang sahabat yg setiap pagi selalu menyapaku..

Dia sahabat yg baru kukenal sekali,itupun sekejap...karena kita sama2 menanti penerbangan di Bandara Adi Sucipto kala itu...
Saat itu,dia mo terbang pulang ke kota tempat tinggalnya di Ibu Kota,dan saya menanti utk terbang ke Kotanya karena sebuah tugas...
Usia kami pun terpaut lumayan jauh...
Bisa jadi dia seusia ibuku..
tetapi obrolan demi obrolan kami cair layaknya obrolan orang yang sudah lama kenal dan bersahabat...kami bisa tertawa lepas...
Hingga tak terasa panggilan bahwa pesawat kami sudah ready tuk membawa kami terbang...
Kami harus berpisah...ada rasa yang hilang saat itu..Ibu...jika waktu berpihak kita pasti ketemu lagi...ucapku sebelum kami betul- betul berpisah...
Kamipun bertukar nomor HP...
Dan mulailah sejak saat itu...
setiap kali membuka mata...
Ibu selalu menyapaku dari layar HP dengan selalu mengirimkan Gambar-gambar sebagai tanda bahwa dia selalu hadir menemani pagiku...

Ibu...
meski kita baru sekali berjumpa,tapi hati ini menempatkan ibu sebagai ibu dan sahabat maya yang luar biasa..
Ada rasa sayang yang menghujam kalbu
Ada rasa rindu yang mencuat..
Dan ada doa yang selalu terselip untukmu..
Moga waktu segera bersahabat sehingga kita bisa dipertemukan kembali...
semoga ibu sehat selalu...🌷🥰

Minggu Pagi,18 Juli 2021
Jl Monjali,Sleman

Jumat, 16 Juli 2021

PENULIS DAN BUKU


Judul                    : Penulis dan Buku
Nama                     : Nur Hayati
Gelombang                : 20
Pertemuan                : ke 3
Resume                   : 3
Tema                     : Membongkar Rahasia Menulis Hingga                                   menerbitkan Buku
Pembicara                : Rita Wati
Moderator                : Mr Bams

Cita - cita seorang penulis adalah menerbitkan Buku. Bahkan buku menjadi mimpi yang harus terwujud bagi setiap penulis. Mungkin akan timbul pertanyaan " Apa artinya penulis jika tidak memiliki buku ?"
atau "Bagaimana mungkin disebut penulis jika tidak punya buku sendiri?" Pertanyaan menggelitik yang memang sering ada di sekitar kita.Tema malam ini sangat pas untuk menjawab pertanyaan - pertanyaan tersebut.

Tema Pelatihan malam ini adalah " Membongkar Rahasia Menulis Hingga Menerbitkan Buku ". Materi ini disampaikan Bunda Rita Wati, beliau dilahirkan di Tanjung Pinang, melanjutkan study S1 di Yogyakarta dan setelah menetap tinggal di Bali. Kesehariaannya selain sebagai guru juga sebagai operator , penulis, moderator dan juga blogger. Karya maupun prestasinya sudah tidak diragukan lagi. Mengawali materi beliau bertanya kepada semua peserta " Apa tujuan anda menulis ?" saya pribadi menjawab sebagai ajang aktualisasi dan ekspresi diri. Karena dengan menulis saya bisa menyampaikan ide - ide ataupun uneg - uneg yang ada didalam hati maupun pikiran saya. Dan bu Rita pun menceritakan awal mula ketertarikannya pada dunia menulis. Karena memiliki teman seorang penulis maka beliau ingin menjadi penulis meski berawal tidak bisa dan bahkan tidak tahu apa yang akan ditulis.
Berawal dari coba - coba , menulis cerpen bahkan bisa menjadi novel tetapi karena tidak Percaya Diri maka karya tersebut dihiddenkan. Hingga akhirnya masuklah ke komunitas menulis Om Jay , meski tetap masih ogah - ogahan tapi karena suport dari Om Jay salah satunya dengan menshare resumenya yang di resume dengan bahasanya sendiri maka mulai munculah percaya diri dan aktif berkarya.

Nach mengapa tadi bu Rita menanyakan "Apa tujuan anda menulis ?"
ini sebenarnya adalah awal dari Tema kali ini. Karena dengan mengetahui tujuan menulis maka akan lebih mudah untuk menggali sekaligus membongkar rahasia pentingnya menerbitkan buku.Tujuan menulis ada bermacam - macam :
- Hanya karena ingin belajar
- Karena sebuah keterpaksaan, misalnya sebagai prasyarat kenaikan      pangkat
- Menulis untuk menyalurkan hobi maupun untuk meningkat prestice
- Dengan menulis ingin mendapatkan tambahan penghasilan
Untuk meraih tujuan - tujuan tersebut tentu penulis harus faham betul akan pengertian menulis, manfaatnya hingga ke fungsinya sehingga pesan yang tersirat dalam tulisan tersebut sampai kepada pembacanya.

Apakah manfaat dari menulis ditinjau dari kesehatan ? Manfaatnya adalah :
a. Menulis terbukti mampu meredakan stress
b. Dengan menulis juga mampu sebagai solusi sebuah masalah
c. Menulis mampu sebagai ajang untuk menuangkan perasaan sesuai        keinginannya.
d. Bisa juga untuk memperbaiki suasana hati sekaligus meningkatkan       daya ingat.

Selain dari segi kesehatan , juga manfaat menulis menurut para ahli ternyata mampu meningkatkan kecerdasan , daya inisiatif , kreatifitas juga dapat menumbuhkan keberanian serta mendorong kemauan dan kemampuan mengumpulkan informasi. Begitu banyaknya manfaat dari menulis maka menambah motivasi bagi saya pribadi untuk bisa menulis. Tetapi dalam kenyataannya menulis tidaklah sesederhana yang kita duga.Tetapi melihat cerita dari bu Rita yang awalnya tidak bisa menulis tetapi akhirnya menjadi penulis handal dengan banyak buku karyanya yang diterbitkan, bukan hal yang tidak mungkin untuk kita juga melakukannya.

Sebuah kutipan motivasi dari bu Rita :

" Buanglah jauh sikap minder terhadap diri yang selalu merasa tidak memiliki peluang hanya karena lawan memiliki point tertentu. Justru yang harus dilakukan adalah berusaha bagaimana membuat peluang itu menjadi milik diri dengan cara berusaha sekuat tenaga dengan mengatur strategi terhadap point yang telah dimiliki lawan" 

Maka kita harus mengetahui Rahasia dari menulis itu sendiri, rahasia tersebut adalah :
a. Mampu menguasai diri sendiri, jujur pada diri sendiri
b. Memaksa diri untuk membaca buku - buku terbaik , mampu sebagai       solusi atas  rasa tidak percaya pada kemampuan diri sendiri.
c. Tulis semua ide dengan tuntas, tulis aja apa yang dipikirkan
d. Latih ketrampilan menulis setiap hari secara bertahap ( dari  100    kata, 400 kata hingga 1000 kata ), jangan menunda
e. Buat Peta Konsep
f. Selalu menunjukkan gagasan baru jangan takut salah dan jangan        takut untuk dikritik.

Dalam pelatihan ini semua peserta diminta untuk membuat resume semua materi yang disampaikan. Dan resume ditulis di blog. Mengapa ? mau tahu alasannya ? Karena Blog adalah salah satu media yang dapat mempublikasikan karya tulis kita tanpa takut ditolak. Dan tulisan kita tidak hanya dibaca oleh teman dekat kita tapi orang diseluruh dunia.Tulisan di Blog juga bisa dijadikan buku. Jika dalam satu hari kita mampu menulis satu saja maka dalam satu bulan kita akan mendapatkan 30 tulisan yang artinya bisa kita jadikan buku.

So ...tunggu apalagi sekarang atau tidak sama sekali. Terimakasih bu Rita untuk ilmunya.

Sleman , 16 Juli 2021

Strategi Menulis Resume dengan cepat di Blog

 


Nama                : Nur Hayati

Gelombang        : 20

Resume                   : 2

Pertemuan ke          : 2 / 14 Juli 2021

Tema                    : Trik Cepat Menulis Resume di Blog

Nara Sumber        : Maesaroh , M.Pd.

Host                      : Rita Wati

" Berikan yang terbaik dari dirimu dimanapun berada " by BJ Habibie

Hal ini sangat pas menggambarkan tentang tema yang diangkat pada pertemuan ke 2 ini. Malam ini menjadi malam yang sangat saya nanti, sebagai orang awam yang baru belajar menulis tentulah seperti mendapatkan air di padang tandus. Dalam pelatihan ini kita diwajibkan untuk membuat resume atas materi yang disampaikan. Kadang saya mengalami kebingungan apa yang harus saya tampilkan, bagaimana saya bisa menyajikan resume dengan baik dan tentunya tepat waktu dan masih banyak pertanyaan lain yang mengendap di kepala. Dalam pertemuan kali ini Ibu Maesaroh, M.Pd sebagai Narasumber yang memiliki report exellent di pelatihan sebelumnya, dimana beliau selalu mampu menyajikan resume tercepat . Keseharian beliau adalah sebagai guru di SMPN 1 Lebakgedong , Kabupaten Lebak, Banten.

Kalau boleh saya katakan bahwa beliau adalah pembelajar yang baik dan konsisten. Sehingga pekerjaan yang berat sekalipun menjadi terasa mudah. Beliau berpegang pada istilah bisa ala biasa, karena terbiasa menyelesaikan hal yang sulit ( membantu teman - temannya menyelesaikan membuat tesis ), terbiasa masalah yang rumit maka menulis resume menjadi pekerjaan yang mudah baginya. Membaca reportnya memang mengundang decak kagum bagi siapa saja yang membacanya.Antara lain :

- Pada gelombang 18 beliau menyelesaikan resume hanya dalam hitungan menit ( Narasumber selesai berbicara maka selesai juga resumenya 😆

- Pada pertemuan ke 22 , beliau sudah menjadi moderator pada pelatihan tersebut

- Dan pada pertemuan ke 22 sudah memiliki karya Solo yang diselesaikan hanya dalam waktu 2 hari.

- Finalnya pada pertemuan ke 23 sudah lulus dari pelatihan kelas menulis.



Ada mind set yang perlu dibangun yaitu :

1. Selalu memposisikan resume di urutan pertama  ( agar menarik minat pengunjung )

2. Berikan karakter pada resume anda ( resume dibuat dengan bahasa yang menarik )

3. Tambahkan referensi lain yang terkait dengan materi ( menambah kutipan atau referensi dari tokoh, untuk membuat tulisan lebih kredibel )

4. Meramu tulisan dengan bahasa yang khas ( Hal ini untuk menarik pembaca )

Bagaimana agar cepat menulis resume ?

- Siapkan piranti pendukung ( 2 alat gawai , HP digunakan untuk menyimak dan Laptop untuk membuat resume ) , selama ini saya terlena untuk fokus mendengarkan hingga selesai , baru mulai menulis...so ketinggalan dech😎

- Duduk 10' sebelum kegiatan dimulai ( Sampungkan dengan Wa WEB untuk mempermudah dalam menulis )

- Tulis narasi pembuka yang related to materi yang diberikan narasumber

- Tulis narasi penutup yang memberikan kesimpulan dari pemaparan materi 

- Tulis resume dengan paragraf pendek - pendek ( untuk mempermudah pembaca, membaca materi dan menghindari kebosanan)

- Tulis pernyataan narasumber dengan gaya bahasa paralelisme. ( Yaitu kalimat pengulangan yang dikemas dengan bahasa sendiri tetapi bermakna sama )

Itu tadi adalah trik yang disampaikan oleh Bunda Maesaroh sekaligus sudah dipraktekannya dalam kelas menulis sebelumnya. Selain itu , Beliau juga memberikan bekal bagi kita - kita sebagai penulis pemula dalam menumbuhkan sikap percaya diri. Untuk menjadi penulis yang handal haruslah memiliki mental baja. Bagaimana cara menumbuhkan sikap percaya diri yang bermental baja ?

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan , antara lain :

a. Tanamkan sikap percaya diri. ( Janganlah malu ,atau bahkan menganggap rendah tulisan sendiri )

b. Siap dengan segala kritikan ( Selalu menjadikan kritikan sebagai pemicu untuk maju memperbaiki tulisan kita )

c. Jadilah penulis blog yang informatif dan edukatif .

d. Bangunlah tulisan di berbagai blog ( Usahakan memiliki lebih dari satu blog, dan berselancar di  blog yang lain untuk menanamkan mental menulis yang mudah beradaptasi dan tak segan untuk memberi perubahan )

Sebagai kalimat penutup dari materi ini adalah sebuah kiasan indah yang menjadi ciri khas dari tulisan bunda Maesaroh yaitu " Jadilah manusia cerdas yang siap memberi perubahan ". Jadilah manusia cerdas yang siap dengan segala keadaan, dan siap dengan segala tantangan.  Tanamkan konsistensi yang kuat, karena hidup itu butuh target, tak peduli dengan beribu kesibukan ketika konsisten adalah sebuah target, maka semua akan berjalan dengan baik. 

Terimakasih Bunda May dengan materinya yang sangat menginspirasi. Membangkitkan semangat bagi saya pribadi sebagai penulis pemula yang butuh banyak spirit.

Sleman, 15 Juli 2021

Kisah Inspiratif (Anak Juga Ingin Dimengerti)

https://satuguru.id/  Kisah Inspiratif ( Anak juga Ingin Dimengerti )                  Tanggal 25 Nopember selalu istimewa untuk dikenang ...