Jumat, 30 Juli 2021
Writer's Block
Rabu, 28 Juli 2021
Goresan Pena Nan Terserak
Senin, 26 Juli 2021
📝Antara Penulis, Buku dan Penerbit🥇
Minggu, 25 Juli 2021
Soto Pak Man🍵
Jumat, 23 Juli 2021
Better Late Than Never
Rabu, 21 Juli 2021
Mengenal Lebih Dekat Tentang Penerbit Indie🖥️
Selasa, 20 Juli 2021
Berdua lagi....🌷
Senin, 19 Juli 2021
Karya Ilmiah dibukukan?? Kenapa tidak ?
Nama : Nur Hayati
Pertemuan : ke 4
Hari/tgl : Senin, 19 Juli 2021
Tema : Menulis Buku Dari Karya Ilmiah
Narasumber : Noralia Purwa Yunita, M.Pd
Resume ke : 4
Beberapa hari ini saya disibukkan dengan beberapa Mahasiswa yang minta ijin untuk mengadakan penelitian di sekolah kami.Ada yang karena untuk kepentingan tugas akhir , baik Skripsi maupun Thesis ataupun karena memang untuk kebutuhan penelitian. Karya Ilmiah menjadi bagian penting yang tidak terpisahkan dari seorang beratribut mahasiswa. Ada yang melakukan penelitian dengan kesungguhan hati sehingga mendapatkan produk yang bermanfaat di kemudian hari baik bagi dirinya sendiri ataupun masyarakat. Tetapi tidak sedikit yang mengadakan penelitian hanya sebagai sebuah prasyarakat belaka, sehingga selesai penelitian berarti selesai pula tugasnya dan tidak berbekas kecuali NILAI sebagai tujuan akhir.
Pada materi ke 4 ini disampaikan materi dengan tema "Menulis Buku Dari Karya Ilmiah" . Diantara kita pasti memiliki Karya Ilmiah. Tapi mungkinkah Karya Ilmiah menjadi " Buku" sebagai sebuah karya yang bisa dibaca dan bermanfaat bagi banyak orang. Sebuah buku harus menyajikan informasi secara urut agar dapat diikuti dan dipahami pembaca, dan ini sering menjadi kendala tersendiri bagi seorang penulis pemula.
Saya mengalami hal yang sama, ada beberapa karya ilmiah , ada juga beberapa karya Best Practice tidak pernah terpikirkan untuk menjadi sebuah buku. Karena memang saya tidak tahu harus memulai dari mana. Jadi materi kali ini sangat pas dengan kebutuhan saya dan mungkin sahabat - sahabat juga.
Materi kali ini disampaikan oleh Ibu Noralia Purwa Yunita,M.Pd. Beliau adalah salah satu peserta Pelatihan Kelas Menulis bersama Om Jay dan PGRI angkatan ke 8. Beliau membawakan materi dengan judul " Menulis Buku dari Karya Ilmiah". Beliau memulai dengan memperkenalkan diri, dan juga ucapan terimakasih kepada Om Jay dan Tim karena sudah diberi kesempatan menjadi Narasumber.
Sebagaimana diketahui, bagi lulusan S1 pasti memiliki karya ilmiah berupa skripsi, S2 memiliki thesis dan bagi yang berprofesi Guru seperti kita pasti juga dituntut untuk memiliki karya yang berupa PTK ( Penilaian Tindakan Kelas ), bagi Kepala Sekolah maupun Pengawas juga dituntut untuk memiliki PTS ( Penilaian Tindakan Sekolah ). Atau minimal pernah membuat KTI, tetapi biasanya setelah selesai disidangkan atau dinilaikan maka hanya sebagai pajangan di Perpustakaan yang mungkin hampir tidak pernah tersentuh. Bagi yang suka menulis Best Practice tidak jauh berbeda, endingnya juga hanya penghias rak buku ataupun meja .
Lalu apa solusi agar karya - karya fenomenal kita yang tentu kita kerjakan dengan cucuran keringat, memeras otak dan juga tenaga ekstra yang dikeluarkan bahkan memakan waktu yang panjang untuk menyelesaikan ini tidak hanya sebagai pajangan tanpa makna? Solusinya adalah diubah menjadi BUKU, dengan harapan bisa dibaca oleh khalayak dan membawa manfaat bagi orang banyak selain penulis sendiri.
Kenapa harus buku ?
1. Mudah dibaca oleh masyarakat awam
2. Buku dapat diperjual belikan, sehingga membawa keuntungan secara materi.
3. Bagi ASN , buku selain menambah poin angka kredit. Selain mendapat poin AK dari laporan PTK, juga publikasi ilmiah berupa buku.
4. Jika buku yang diterbitkan banyak peminat, maka otomatis nama penulis akan dikenal sehingga akan membawa keuntungan tersendiri.
5. Ilmu yang ada akan bebas terbaca oleh publik tanpa adanya sekat karena sudah diubah menjadi buku.
Tentunya untuk merubah Karya Ilmiah menjadi sebuah buku tidaklah sederhana, apabila kita tidak mengetahui strateginya. Bu Nora membagi trik - triknya sebagai berikut :
A.Ubah Judul PTK menjadi judul buku dengan bahasa populer.
Judul KTI VERSI BUKU hanya berfokus pada objek penelitian .Sehingga materi, subjek, tempat penelitian harus dihilangkan.
Sebagai contoh
JUDUL TESIS
*Pengembangan modul berbasis riset pada materi reaksi redoks untuk meningkatkan keterampilan generik sains siswa kelas X SMA*
JUDUL BUKUnya menjadi:
kiat menulis modul berbasis riset
Dapat dilihat dari contoh judul ini, objek/fokus penelitian Tesis terletak pada *pengembangan / pembuatan modul*,,jadi ketika diubah menjadi judul BUKU,harus di sesuaikan fokus ke penelitian itu.Tinggal ditambah kata : KIAT, JURUS, STRATEGI, CARA SUKSES atau yang lainnya agar lebih menarik dan mudah difahami.
B. Ubah Bab I PTK menjadi Bab I BukuAda beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu:
1. Hapus rumusan masalah
2. Hapus definisi operasional
3. Hapus manfaat penelitian
Kita dapat mengisi bab I ini dengan memasukan permasalahan pembelajaran secara umum, alasan menggunakan metode/media/model pada pembelajaran, atau materi pelajaran yang kita teliti
C. Bab II pada buku diambil dari Kajian teori.
*Sebagai contoh* bab 2 KTI yang merupakan landasan teori berisi
2.1. hasil belajar
2.2. media pembelajaran
2.3. Modul
2.4. metode pembelajaran
2.5 pembelajaran berbasis riset
Nah ini ketika menjadi buku dapat dibuat menjadi beberapa bab yaitu
Sub bab 2.1. hasil belajar menjadi bab 2 buku
Bab 2 TEORI BELAJAR
2.1. belajar
2.2. permasalahan dalam pembelajaran
2.3. Hasil belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya
Sub bab 2.2. media pembelajaran menjadi bab 3 buku
Bab 3 MEDIA PEMBELAJARAN
3.1. Pengertian media
3.2. jenis media
3.3. manfaat media
Sub bab 2.3. modul menjadi bab 4 buku
Bab 4 mengenal modul
4.1.pengertian modul
4.2. karakteristik modul
4.3.sistematika modul
4.4. kelebihan modul
Dengan demikian hanya dari bab 2 KTI saja, kita dapat menuliskan/ mengubahnya menjadi beberapa bab dalam buku dan seterusnya hingga sub bab dalam bab 2 selesai.
D.Bab V dapat diambil dari hasil penelitian dan pembahasan.
1. Kita dapat memasukkan hasil penelitian KTI ke dalam buku kita. Ini dapat diawali dengan kata pengantar "pada bab ini merupakan uraian dari hasil penelitian.... ".
2.Hilangkan semua kata Penelitian/ laporan PTK, laporan skripsi dan lainnya yang biasanya ada di karya ilmiah
3. Boleh menampilkan grafik tetapi jangan terlalu banyak. Cukup grafik yang penting saja. Grafik lain yang tidak ditampilkan, ubah dalam bentuk kalimat
E. Secara Bahasa dan Penyajian.
Karya ilmiah versi buku haruslah berbeda dengan versi laporan. Susunan dan gaya tulisan menyesuaikan dengan karakter penulis, karena setiap penulis memiliki ide dan kreativitasnya masing-masing. Hal ini juga dipengaruhi oleh pengalaman dan bahan bacaannya. Semakin kaya literatnya penulis, maka akan semakin berkualitas juga buku yang dia tulis. Hal ini karena membaca, berpikir dan menulis adalah satu rangkaian literasi yang tidak dapat dipisahkan. Selain itu,juga harus diperhatikan agar apa yang ditulis bisa sampai kepada pembacanya.
F. Jangan lupa untuk memberikan ulasan Berikan ulasan mengenai kelebihan dan kelemahan penelitian yang dilakukan,hal ini penting untuk meyakinkan pembaca bahwa penelitian tersebut benar-benar dilakukan.
G. Daftar pustaka boleh menggunakan blog
Namun yang diperbolehkan dari situs blog resmi seperti Kemendikbud.go.id, Jurnal ilmiah, e book,,atau karya ilmiah lainnya
JANGAN gunakan daftar pustaka berupa blog pribadi dengan domain blogspot, wordpress, dll.
H. Karya ilmiah versi buku
Minimal memiliki 70 halaman format A5 dengan ukuran huruf, jenis huruf, dan margin disesuaikan Dengan aturan Penerbit.
Dan yang perlu diingat, membuat buku dari karya ilmiah BUKAN BERARTI HANYA mengubah cover dan judul saja sementara isi sama persis dengan KTI yang sudah ada. Itu bisa dikatagorikan menjadi self plagiarisme untuk karya kita sendiri.
Kesimpulan yang bisa kita ambil adalah, bahwa untuk menulis buku wajib hukumnya kita untuk memperkaya wawasan dengan banyak membaca buku. Membaca, berdiskusi ,menerima masukan dan bahkan kritik serta saran menjadi bagian yang tak terpisahkan. Belajar dan belajar adalah modal utama kita untuk bisa dan mampu menjadi penulis yang baik. Kapankah itu ? Just Now .....jangan ditunda , yuk semangat dan mensemangati diri untuk meningkatkan kualitas kita. Akhirnya...Menulis Buku Dari Karya Ilmiah kita? why not? hayyyuuukkk...kita semangat berkarya.
Sleman,19 Juli 2021
Sabtu, 17 Juli 2021
Pagiku..
Jumat, 16 Juli 2021
PENULIS DAN BUKU
Strategi Menulis Resume dengan cepat di Blog
Nama : Nur Hayati
Gelombang : 20
Resume : 2
Pertemuan ke : 2 / 14 Juli 2021
Tema : Trik Cepat Menulis Resume di Blog
Nara Sumber : Maesaroh , M.Pd.
Host : Rita Wati
" Berikan yang terbaik dari dirimu dimanapun berada " by BJ Habibie
Hal ini sangat pas menggambarkan tentang tema yang diangkat pada pertemuan ke 2 ini. Malam ini menjadi malam yang sangat saya nanti, sebagai orang awam yang baru belajar menulis tentulah seperti mendapatkan air di padang tandus. Dalam pelatihan ini kita diwajibkan untuk membuat resume atas materi yang disampaikan. Kadang saya mengalami kebingungan apa yang harus saya tampilkan, bagaimana saya bisa menyajikan resume dengan baik dan tentunya tepat waktu dan masih banyak pertanyaan lain yang mengendap di kepala. Dalam pertemuan kali ini Ibu Maesaroh, M.Pd sebagai Narasumber yang memiliki report exellent di pelatihan sebelumnya, dimana beliau selalu mampu menyajikan resume tercepat . Keseharian beliau adalah sebagai guru di SMPN 1 Lebakgedong , Kabupaten Lebak, Banten.
Kalau boleh saya katakan bahwa beliau adalah pembelajar yang baik dan konsisten. Sehingga pekerjaan yang berat sekalipun menjadi terasa mudah. Beliau berpegang pada istilah bisa ala biasa, karena terbiasa menyelesaikan hal yang sulit ( membantu teman - temannya menyelesaikan membuat tesis ), terbiasa masalah yang rumit maka menulis resume menjadi pekerjaan yang mudah baginya. Membaca reportnya memang mengundang decak kagum bagi siapa saja yang membacanya.Antara lain :
- Pada gelombang 18 beliau menyelesaikan resume hanya dalam hitungan menit ( Narasumber selesai berbicara maka selesai juga resumenya 😆
- Pada pertemuan ke 22 , beliau sudah menjadi moderator pada pelatihan tersebut
- Dan pada pertemuan ke 22 sudah memiliki karya Solo yang diselesaikan hanya dalam waktu 2 hari.
- Finalnya pada pertemuan ke 23 sudah lulus dari pelatihan kelas menulis.
1. Selalu memposisikan resume di urutan pertama ( agar menarik minat pengunjung )
2. Berikan karakter pada resume anda ( resume dibuat dengan bahasa yang menarik )
3. Tambahkan referensi lain yang terkait dengan materi ( menambah kutipan atau referensi dari tokoh, untuk membuat tulisan lebih kredibel )
4. Meramu tulisan dengan bahasa yang khas ( Hal ini untuk menarik pembaca )
Bagaimana agar cepat menulis resume ?
- Siapkan piranti pendukung ( 2 alat gawai , HP digunakan untuk menyimak dan Laptop untuk membuat resume ) , selama ini saya terlena untuk fokus mendengarkan hingga selesai , baru mulai menulis...so ketinggalan dech😎
- Duduk 10' sebelum kegiatan dimulai ( Sampungkan dengan Wa WEB untuk mempermudah dalam menulis )
- Tulis narasi pembuka yang related to materi yang diberikan narasumber
- Tulis narasi penutup yang memberikan kesimpulan dari pemaparan materi
- Tulis resume dengan paragraf pendek - pendek ( untuk mempermudah pembaca, membaca materi dan menghindari kebosanan)
- Tulis pernyataan narasumber dengan gaya bahasa paralelisme. ( Yaitu kalimat pengulangan yang dikemas dengan bahasa sendiri tetapi bermakna sama )
Itu tadi adalah trik yang disampaikan oleh Bunda Maesaroh sekaligus sudah dipraktekannya dalam kelas menulis sebelumnya. Selain itu , Beliau juga memberikan bekal bagi kita - kita sebagai penulis pemula dalam menumbuhkan sikap percaya diri. Untuk menjadi penulis yang handal haruslah memiliki mental baja. Bagaimana cara menumbuhkan sikap percaya diri yang bermental baja ?
Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan , antara lain :
a. Tanamkan sikap percaya diri. ( Janganlah malu ,atau bahkan menganggap rendah tulisan sendiri )
b. Siap dengan segala kritikan ( Selalu menjadikan kritikan sebagai pemicu untuk maju memperbaiki tulisan kita )
c. Jadilah penulis blog yang informatif dan edukatif .
d. Bangunlah tulisan di berbagai blog ( Usahakan memiliki lebih dari satu blog, dan berselancar di blog yang lain untuk menanamkan mental menulis yang mudah beradaptasi dan tak segan untuk memberi perubahan )
Sebagai kalimat penutup dari materi ini adalah sebuah kiasan indah yang menjadi ciri khas dari tulisan bunda Maesaroh yaitu " Jadilah manusia cerdas yang siap memberi perubahan ". Jadilah manusia cerdas yang siap dengan segala keadaan, dan siap dengan segala tantangan. Tanamkan konsistensi yang kuat, karena hidup itu butuh target, tak peduli dengan beribu kesibukan ketika konsisten adalah sebuah target, maka semua akan berjalan dengan baik.
Terimakasih Bunda May dengan materinya yang sangat menginspirasi. Membangkitkan semangat bagi saya pribadi sebagai penulis pemula yang butuh banyak spirit.
Sleman, 15 Juli 2021
Kisah Inspiratif (Anak Juga Ingin Dimengerti)
https://satuguru.id/ Kisah Inspiratif ( Anak juga Ingin Dimengerti ) Tanggal 25 Nopember selalu istimewa untuk dikenang ...
-
Hari ini Cuaca Yogya begitu menyengat,panas luar biasa,aktifitas hari ini yang padat merayap menambah gerah rasa di tubuh . Berita dampak da...
-
"Wow..keren nich judulnya Ms Phia sukses,tinggal melangkah wuzzz..." "Moms Ewi kita harus putar otak nich..cari lagi tema yan...
-
Semangat Pagiiii .... worrr .. oworr ... oworr😀💪💪💪 Kalimat itu menjadi pembuka pertemuan-pertemuan kami di sekolah. Kenapa kami menggun...

