"Sudahkah pintu dibuka?",tanya Ms Phia.
"Belum Bu,Aku juga nunggu nich",jawabku sambil ku menoleh ke belakang. Ternyata sudah ada mbak Winda,Moms Asia,Moms Ewi...ketika kutatap ke depan ternyata sudah ada Pak Ketua, Bunda Chank ,Mbak Rali...Uuuu ternyata antrian udah panjang.
Betapa antusiasnya para peserta Gelombang 20 Pelatihan Menulis PGRI mengikuti tahapan -tahapan pelatihan ini.
"Alhamdulillah...pintu sudah dibuka...!",kata pak Dail membuyarkan lamunanku.
Semuapun langsung lari masuk ke arena pelatihan. Dan kembali kami dibuat terpesona ,karena ternyata sudah ada Ibu Kanjeng yang menunggu dan menyapa kita. Siapa ya itu yang duduk disampingnya?
Dan ibu Kanjeng menjawab rasa penasaran kita dengan mengenalkan profil beliau :
Assalamualaikum wr wb. Salam sejahtera Bapak Ibu hebat yang hadir di gel 19 dan 20.Malam ini kita akan belajar bareng dengan narasumber hebat dari Tana Toraja. Beliau Bang Roma . Tapi jangan salah ya, bukan Roma Irama lho...hehe tertawalah kita semua.
Profilnya bisa dilihat disini ya
Keren kan ?Nach kali ini akan menyampaikan materi tentang Langkah-Langkah Tentang Buku Secara Sistematis. Selanjutnya silakan bang Roma waktu sepenuhnya.....,bu Kanjengpun menyerahkan waktunya kepada Bang Roma.
Bang Roma memulai paparannya dengan mengajak kita semua melihat ke Youtoubenya.
Sebelum saya menyampaikan materi, saya menitip pesan kepada semua peserta hebat:
"Yakinlah dengan kualitas naskah buku yang telah disiapkan
Bagaimana pun sederhananya naskah tulisan kita, ia akan memiliki tempat tersendiri di hati pembacanya mengatasi rasa minder, bahwa naskahnya tidak baik. Pegang prinsip, naskah buku yang ada sangat baik untuk diterbitkan
Dengan demikian, akan ada rasa percaya diri dan kepuasan dalam melakukan Info dan penyusunan naskah buku yang sistematis"
Masyaallah,pesan moral yang luar biasa...batinku.
Setelah menyaksikan langkah meyusun Bab dan Sub Bab secara otomatis, lanjutkan dengan langkah berikutnya yang juga sudah saya buatkan link youtobenya
"Saya buatkan biar para peserta mudah untuk mempraktekkannya", kata Bang Roma.
nah , terakhir bagi bapak ibu yang ingin menerbitkan buku di penerbit ANDI juga sudah saya buatkan tutorialnya di link ini
"Semua itu versi saya lho ya", kata Bang Roma mengakhiri materinya.
Hanya kekaguman yang ada dibenakku, luar biasa kreatif dan inspiratif.
Di akhir pelatihan, Ibu Kanjeng memberikan kesempatan kepada para peserta. Luar biasa antusiasmenya.
"Ibu,ijin saya rangkum ya pertanyaan- pertanyaan dari peserta?",kataku.
"Boleh-boleh,silahkan",jawab bu Kanjeng.
🌴 Rangkuman;
1. Bagaimana cara menjaga konsistensi dalam menulis?
Sebagai guru, apalagi masa pandemi, pekerjaan tiada habisnya. Konsistensi saya pelihara dengan mempersiapkan hari khusus untuk menulis, fokus di hari Minggu untuk menikmati tulisan, jika kepepet waktu untuk menyelesaikan naskah, maka saya memodifikasi, menambah dan melengkapi naskah setiap malam. Sejak saya mengikuti pelatihan ini, jam tidur saya paling cepat jam 11 malam Waktu Indonesia Tengah. 😁
2. Apa kendala yang bang Roma temui dalam proses menulis hingga jadi buku dan apa solusinya?
Kendala utama adalah *Manajemen Waktu*. Solusinya adalah *memisahkan waktu antara bekerja, kegiatan masyarakat dan kuliah*. *Jangan pernah menunda untuk menuliskan ide untuk naskah buku jika sudah muncul di pikiran.* *Minimal simpan di handphone.* 🙏😊
3. Antara Youtoube dan Buku ?
Keduanya masih saya jalankan sampai sekarang*. Oya satu prinsip yang saya pegang adalah *Jangan menulis karena kebutuhan naik pangkat* (bagi guru PNS), jika ini dipegang tentu motivasi dan niat menulisnya kurang power. Terkait Channel YouTube, sebenarnya *YouTube saya buat untuk melayani siswa-siswa saya belajar secara tunda selama program belajar dari rumah. Dan kondisi ini masih berlangsung sampai sekarang. Hampir semua tatap muka pembelajaran saya, tersimpan di YouTube sejak tahun lalu hingga hari ini. Saya tidak peduli berapa pelanggan dan penontonnya, niat saya hanya menyediakan sarana belajar . Jujur keduanya tidak akan saya cocokkan. Menulis buku telah mendewasakan pikiran saya dan YouTube sebagai sarana berbagi ke siswa saya.Jadi keduanya adalah satu kesatuan.*
4. Buku standar minimal ?
Untuk menulis buku non fiksi, saran saya minimal 5 BAB.Seperti yang kita ketahui tentang standar penerbitan buku adalah 40 halaman versi UNESCO, kertas A5, ukuran font 12, Times New Roman. 5 BAB dengan masing-masing 20 halaman isi akan menghasilkan satu buku dengan ketebalan isi 100 lembar. Dan buku sebaiknya tidak terlalu tipis agar ikut juga memuaskan penerbit. Ibu Kanjeng, pak Mukminin dan pak Brian tahu banyak masalah ini.
5. Bagaimana mengatasi rasa menyesal ketika naskah yang menurut kita baik tetapi ditolak ?
Belajar pada pacaran....jika cinta pertama ditolak, yakinlah masih banyak peminat. Kata Seorang aktor di sinetron Dunia Terbalik, Cinta akan menemukan jalannya.Demikian halnya dengan buku. Jika satu dua penerbit mayor belum jatuh hati pada naskah, mungkin niche mereka belum ketemu dengan naskah kita. Cobalah menawarkannya ke penerbit Indie. Bagi saya tidak ada kata kecewa dalam menulis. Untuk melepaskan penat menulis, telah hadir penerbit Indie yang berkenan memberikan jejak keabadian kita di dunia literasi.
🍄🌻 Special Note : CLBK ( Coba Lakukan Biasakan Konsisten )
Sebuah motivasi istimewa ......
yogyakarta, 20 Agustus 2021
Disusun oleh : Nur Hayati
Gelombang : 20
Bahan : 18
Lanjutkan ke : 18
Materi : Langkah Melihat Buku Secara Sistematis
Narasumber : Yulius Roma Patandean, S.Pd.
Moderator : Ibu Kanjeng
Jenk Noer selalu menonjolkan ciri khasnya, tulisan yang mengalir, tertata dan padat nutrisi . kereeen
BalasHapusTulisannya keren, aku suka
BalasHapusYeee akhirnya juara,selamat pak Wawan 😀👍👍👍
HapusMkaciiih Mis, internet ngadat say...alhamd bisa selesai😘🙏🏽
BalasHapusCakep bu....resume yang lengkap tampilan yang indah enak untuk dibaca
BalasHapusMkaciih say, wah malam yg luar biasa perang dengan sinyal ehe...alhamd klar
Hapus18 sudah berlalu, semoga semangat tetap terjaga. Sehat dan semangat untuk kita...
BalasHapusSiaaapppp,semangatttt 💪💪💪
HapusJeeeng......indah dan apik resumenya....
BalasHapusMkaciiih Moms, senam jantung perang bersama sinyal haha
HapusMantap jiwa. Berani tampil beda. Takbiir
BalasHapusHehe...mkaciih pak Ketua,siaaappp🙏🏽💪
HapusPenguasaan IT yang Bagus Mom
BalasHapusBaru belajar juga moms...ini di area perang sinyal...semangat moms💪💪💪
HapusBaru belajar juga kog moms,semangat💪💪 ini perang sinyal...😭
BalasHapusawuwuw.. gumush banget tulisannya. jadi ga pingin brenti bacanya.. keren ibuu
BalasHapusmkaciih say...tptku belajarr🥰
BalasHapusRuntut dan lengkap.ok
BalasHapusmkaciih Omma...😘🙏🏽
HapusMantul 🤩
BalasHapusHehe...mkaciih Bund😘🙏🏽
Hapus