Jumat, 13 Agustus 2021

Proofreading🤏


"Mbak,kenapa ya tulisanku rasanya koq kurang sreg?",tanya sahabatku Adel yang hobby banget nulis.
"waduh,mbak yo gak faham dik,kurang sregnya apa?",jawabku yang kalah faham dari dia.
"Ya, kurang hidup dan kaya nggak ada rasa,ditambah tulisannya sepertinya banyak yang salah", kata Adel.
"Coba tanyakan ke bu Murwati dik,sepertinya beliau produktif menulis,mungkin dia faham yang kamu maksud", jawabku.

Bismillah...
Percakapan seperti itu sering banget aku temui dan rasakan,padahal aku juga kurang faham ( jadi malu🤭). Saatnya memang harus belajar. Tak terasa Azan Isya' sudah berkumandang dan group WA Belajar Menulis mulai dikunci,ternyata waktu bergulir cepat sekali,sudah masuk hari jumat jadwal pelatihan menulis kembali hadir. 

Saya ibaratkan pelatihan ini sebagai "Kawah Candradimuka". Dimana semua peserta dikenalkan dari "0" berproses dan goalnya adalah hasil karya nyata. Semua tentu melalui proses yang panjang dan tidak sederhana , meninggalkan sejenak segala aktifitas untuk fokus untuk meraih hasil nyata. Pelatihan ini memang berbeda dari pelatihan - pelatihan yang selama ini ada yang kuikuti,hampir tak berbekas. Tapi kali ini bekasnya nyata,karena setiap proses ada tindak lanjut nyata,dan hasil dari proses berakhir nyata.

Malam ini adalah pertemuan ke 15, separo jalan dari proses kawah candradimuka. Materi kali ini bertema "Proofreading Sebelum Menerbitkan Tulisan". Dengan Narasumber hebat bapak Susanto ,S.Pd dan Moderator Sang Blogger Milenial ibu Maesaroh. Setelah beberapa saat Bu Maesaroh menghilang dari peredaran (🤭😘) ternyata beliau sibuk merawat kedua orang tuanya yang sedang sakit, anak yang luar biasa...semoga orang tua bu Mae segera diberilan kesembuhan...aamiin🤲.

Sampailah pada acara pelatihan,Bu Maesaroh memperkenalkan profil dari Narasumber .

"Malam ini saya akan membersamai seorang Narasumber hebat  bernama Susanto, S.Pd atau akrab disapa dengan sebutan Pak D Susanto. Beliau akan memandu kita bagaimana tulisan bisa terpublikasi dengan baik tanpa ada kesalahan dalam menulis atau dikenal dengan istilah "Typo", kesalahan ejaan atau pun tanda baca"

"Beliau merupakan seorang Guru Kelas SDN Mardiharjo, Kab. Musi Rawas, Prov. Sumatera Selatan, yang dilahirkan Gombong Kebumen, 29 Juni 1971. 
Seorang sarjana S1 PGSD ini sangat mahir dalam editing sehingga kemahiran itu mengantarkan beliau menjadi seorang editor pada komunitas pelatihan menulis asuhan Om Jay".
Waktu selanjutnya diberikan kepada Pak D Susanto , beliau membuka materi dengan kalimat  rendah hati yang mempesona ' Saya bukan proofreader profesional atau editor profesional". Hanya teman - teman di group menulis memberi kesempatan kepada saya untuk membaca naskah - naskah mereka lalu meminta saya untuk mengedit tulisannya. ( Ungkapan rendah hati seorang profesional menurut saya, karena profesional yang didapatkan dari penilaian orang lain ).
Saya, bukan "proofreader profesional atau editor profesional"

Namun, beberapa teman di grup menulis, memberi kesempatan untuk membaca naskah-naskah mereka lalu meminta saya untuk mengedit tulisannya.

🌴Beberapa buku karya teman yang saya ikut di dalamnya sebagai editor di antaranya:

1. Kunci Sukses Menjadi Moderator Online (Aam Nurhasanah), Desember 2020.
2. Patidusa Pujangga Wiyata, Antologi Puisi Nusantara Bergema (Aam Nurhanasa, dkk), Januari 2021.
3. Bait-bait Kerinduan, Antologi Puisi Ungkapan Rasa Rindu (Rofiana, S.Pd., dkk), Maret 2021, Januari 2021.
4. Haru Biru Perjalananku, Catatan Perjalanan Tugas Kepala Sekolah Daerah Terpencil dan Satu Atap (“Ambu” Tini Sumartini), Maret 2021.
5. Merajut Goresan Tinta Berbuah Karya (Herni Sunarya Banah, S.Pd.), Maret 2021.
6. Purwakarya Literasi, antologi peserta Gel 18 (2021)
7. Membongkar Rahasia Menulis ala Guru Blogger (Bersama Bu Noralia Puspa Yunita dkk), Juli 2021.

Proofreading atau kadang disebut dengan uji-baca adalah membaca ulang sebuah tulisan, tujuannya adalah untuk memeriksa apakah terdapat kesalahan dalam teks tersebut.Oleh karena itu, kegiatan ini sesungguhnya adalah kegiatan akhir setelah tulisan diselesaikan.Dalam proofreading, memeriksa apakah terdapat kesalahan dalam teks yang dimaksud, dalam hal   penggunaan tanda baca, ejaan, konsistensi dalam penggunaan nama atau istilah, hingga pemenggalan kata.

Perbedaan antara proofreading dengan editing , adalah :

Proofreading :
👉Selain aspek kebahasaan, juga harus memperhatikan isi atau substansi dari sebuah tulisan.
👉Tidak hanya menyoroti kesalahan tanda baca, ejaan tetapi juga logika apakah sudah masuk akal atau        belum.
👉Membuat teks mudah dipahami pembaca dan tidak kehilangan substansi awalnya.
👉Berfokus pada kesalahan kecil dan inkonsistensi.

Editing :
👉Fokus pada aspek kebahasaan
👉Fokus pada tanda baca dan ejaan.
👉Proses yang melibatkan perubahan besar pada konten , struktur dan bahasa.

Maka dari pengertian tersebut, penulis juga harus bertindak sebagai proofreader artinya bahwa sebelum tulisannya dipublikasikan di blog atau naskah buku dikirim ke penerbit.

🏄 Langkah - langkah yang bisa lakukan jika diminta proofreader tulisan orang lain :
1. Bersifat netral dan menilai karya secara obyektif .
2. Bertindak sebagai pembaca.
3. Cek ejaan sesuai KBBI
4. Pemenggalan kata merujuk pada KBBI
5. Konsistensi nama dan ketentuan.
6. Perhatikan judul Bab dan penomorannya.

Contoh Proses Proofreading bisa dilihat dalam video Youtoube berikut 👇



🌴Contoh sederhana proofreading:
Teks asli

Membuat cerita fiksi memang sedikit berbeda dengan cerita non fiksi. Tetapi cerita non fiksi dapat disampaikan dengan gaya cerita fiksi agar lebih menarik. Tentu sepanjang tidak bertentangan dengan aturan penulisan karya non fiksi yang telah ditentukan, seperti makalah ilmiah, laporan penelitian, dan sejenisnya.

Teks Perbaikan

Membuat cerita fiksi memang sedikit berbeda dengan cerita  nonfiksi. Tetapi, cerita nonfiksi dapat disampaikan dengan gaya cerita fiksi agar lebih menarik. Tentu sepanjang tidak bertentangan dengan aturan penulisan karya nonfiksi yang telah ditentukan, seperti makalah ilmiah, laporan penelitian, dan sejenisnya.

✍️Alat Bantu yang bisa digunakan ketika proses proofreading adalah:
 1. puebi daring; 2. kbbi daring

Hal tersebut sekaligus sebagai penutup materi dari Pak D dan mengembalikan waktunya kepada moderator.
Sampailah pada sesi tanya jawab,karena menariknya materi ini sehingga banyak hal yang ditanyakan oleh peserta.

✅ Kali ini saya akan mencoba merangkum jawaban dari para peserta :
🤏 Petugas Proofreader di Penerbit.
Pada penerbit ada petugas,  unsur ejaan porsinya hanya 10% pada penilaian naskah.Tetapi, jika tidak dilakukan proofreading, siapa tahu banyak kesalahan yang menyebabkan editor penerbitan malah memberi skor kecil bagi tulisan kita.
Jika tidak mampu melakukan proofreading sendiri, bisa meminta tolong jasa proofreader profesional.

🤏profesi yang paling berpengaruh dalam penyempurnaan buku.
 Sebuah buku sebelum dipublikasikan?  >>   Proofreader.Tetapi ketika di perusahaan penerbitan, biasanya dinamakan editor

🤏Kendala & dampak bisa merubah         kekhasan tulisan.
Tidak ada kendala,kadang ada penulis yang sengaja menempatkan tanda baca atau kata yg "nyeleneh" Secara struktur bahasa >> Jika itu kalimat majemuk yang pajaaaaaaang, kita penggal menjadi beberapa kalimat tunggal, tidak akan mengubah ide pokok

🤏Tulisan yang baik.
Mengikuti aturan sesuai PUEBI.

🤏Bekal bagi seorang editor.
Pahami struktur kalimat, pahami PUEBI, buka KBBI jika ragu dengan kata-kata  tertentu.

Pak D Susanto memberikan bekal dalam bentuk flyer berikut :
Closing dari materinya beliau menyampaikan importan Note :
✍️Kita tidaklah sempurna , namun sebagai penulis hendaklah memiliki keterampilan minimal sebaga penyunting tulisan sendiri, agar calon pembaca kita memahami apa yang kita maksudkan dalam tulisan.
✍️Kalimatmu jangan panjang-panjang, ushakan maksimal 20 kata saja.

Resume malam ini yang bisa saya sajikan.

❤️🌷Special Note :
- Untuk bisa menjadi karya yang baik,kita harus jujur untuk menilai karya kita sendiri.

Semangat gaessss....sehat dan bahagia...❤️


Sleman, 13 Agustus 2021
Resume : ke 15
Pertemuan : ke 15
Gelombang : 20
Ditulis oleh : Nur Hayati
Narasumber: Susanto,S.Pd
Moderator : Maesaroh
Tema. : " Proofreading Sebelum Menerbitkan Tulisan".

9 komentar:

  1. Selalu menawan, resume yang padat dan menyenangkan untuk dibaca. kereen

    BalasHapus
  2. mkaciihh Geulis hebat luar biasa...tuknsuportnya🙏

    BalasHapus
  3. Masya Allah ..indah tampilan dan materinya....keren jeng...kusukA

    BalasHapus
  4. Cakep tampilan resumen begitu menginspirasi

    BalasHapus
  5. Masya Allah sampai saya lihat tampilan blognya kanan-kiri, takjub, materinya apalagi kerren

    BalasHapus
  6. Mantap openingnya bu

    BalasHapus
  7. tulisan yg lengkap dan menarik... keren, bu

    BalasHapus
  8. Sangat....sangat....mantul...tulllll tenan ini mah Mom

    BalasHapus

Kisah Inspiratif (Anak Juga Ingin Dimengerti)

https://satuguru.id/  Kisah Inspiratif ( Anak juga Ingin Dimengerti )                  Tanggal 25 Nopember selalu istimewa untuk dikenang ...