Di Usia 76 tahun ,benarkah kita sudah Merdeka? Merdeka yang sesungguhnya..
Menyitir Puisi Sang Maestro Taufik Ismail:
Renungan 17 Agustus
Jπππππ ππππππ πππππππ
ππππ ππππ
Taufik Ismail
Negeri ini masih dicekik ribuan triliun hutang berbunga haram
Jika negeri ini telah mampu melunasi hutang itu
Silahkan teriak merdeka !
Jika belum mampu, lebih baik diam dan berfikir
Malu kita
Banyak anak negeri yang hanya jadi babu di negeri orang
Mereka, seringkali disiksa dan dianiaya
Jika negeri ini belum mampu memulangkan mereka
Memberi pekerjaan layak dan mensejahterakan
Jangan teriak merdeka !
Lebih baik diam dan berfikir
Malu kita
Negeri katulistiwa ini dihampari kekayaan alam yang luar biasa
Namun dikelola oleh orang lain
Rakyat hampir tak menikmatinya
Jika kekayaan alam ini belum bisa dikuasai negara
Jangan teriak merdeka !
Lebih baik diam dan berfikir
Malu kita
Kemiskinan dan pengangguran semakin meluas
Terasa berat untuk bisa hidup layak
Bahkan harga-harga terus merangkak naik
Ditambah pajak yang kian mencekik
Jika masih meluas kemiskinan
Jangan teriak merdeka !
Lebih baik diam dan berfikir
Malu kita
Anak negeri tengah terjerembab watak amoral
Narkoba meraja lela
Seks bebas liar menyasar siapa saja
Pornoaksi dan pornografi makin menggila
Jika anak bangsa masih amoral
Jangan teriak merdeka !
Lebih baik diam dan berfikir
Malu kita
Demokrasi korporasi mencengkran negeri ini
Keuangan yang maha kuasa
Korupsi menjadi budaya, Kolusi makin menganga
Kerugian uang rakyat tak terkira
Jika perilaku ini masih mewarnai bangsa
Jangan teriak merdeka !
Lebih baik diam dan berfikir
Malu kita
Luas negeri ini dipenuhi potensi sumber daya
Namun garam masih impor
Namun singkong masih impor
Jika negeri ini belum mandiri
Memenuhi kebutuhan bangsanya sendiri
Jangan teriak merdeka !
Lebih baik diam dan berfikir
Malu kita
Luas negara ini jutaan hektar
Namun lebih dari setengah dikuasai asing
Hingga rakyat tak lagi punya lahan luas
Berdesak-desakan di tanah yang sempit
Jika tanah negara belum mampu direbut kembali
Jangan teriak merdeka !!
Lebih baik diam dan berfikir
Malu
Sebuah Renungan Pagi yang Istimewa..
Tuk kita jujur pada kondisi yang ada..
Bukan kemarahan ,kebencian atau keinginan untuk menyalahkan..bukan..
Tapi itulah realita...
Bukan berarti kita patut untuk menyerah..
Tapi...itu justru menjadi spirit bagi kita semua,untuk bangkit dan lebih bersemangat...
To Be Better...Must Be...
Sehingga kata Merdeka bukanlah mimpi or Isapan Jempol belaka...tetapi The Real Freedom....π₯°πͺπͺ✊
Yogyakarta,17 Agustus 2021
Jenk Noenk
Malu malu malu...
BalasHapusMakin banyak kita yang mungkin sudah lupa dimana MALU ituuu... atau bahkan sudah tak punyaaa
Hehehe....π₯°π₯°π₯°
BalasHapus