Jumat, 23 Juli 2021

Better Late Than Never

Nama.     : Nur Hayati
Resume.  : ke 6
Tema.       : Menulis Membuatku Naik Kelas dan Berprestasi
Pertemuan: ke 6 
"Dua Nikmat yang banyak manusia tertipu karena keduanya adalah Nikmat Sehat dan Waktu Luang".(HR Bukhari,Tirmidzi dan Ibnu Majjah)
Banyak manusia merugi karena nikmat sehat dan waktu luang.Banyak yang sehat fisik namun seakan ia tak punya waktu untuk akheratnya karena sibuk dengan urusan dunia.

Malam ini menjadi malam yang luar biasa...Saya harus berjibaku dengan waktu, karena berita tidak menyenangkan di sekolah,selama 3 hari berturut-turut ada wali murid yang meninggal karena terpapar covid..Dan kami disibukkan dari acara pendampingan keluarga hingga acara doa bersama by Zoom bersama keluarga besar wali murid dan guru karyawan yang malam ini juga dilaksanakan dari pukul 19.00-21.00. Disisi lain malam ini ada kelas menulis dengan materi yang luar biasa menarik. Dan tentunya sayang tuk dilewatkan. Tubuh rasa tidak bersahabat, lemas dan kantuk yang menyerang. Bismillah semua harus bisa  berjalan. Tepat Zoom Doa bersama selesai,mulailah Fokus ke Group Belajar Menulis. Dan ketika membuka Group..masyaallah...sudah banyak teman-teman yang selesai mengumpulkan resume. Semangat yang luar biasa.

Pertemuan kali ini mengambil tema materi
"Menulis Membuatku Naik Kelas dan Berprestasi". Dengan Narasumber Ibu Aam Nurhasanah,S.Pd,dan moderator sang Blogger Milenial Ibu Maesaroh,M.Pd.
Sebelum acara diambil alih oleh Moderator,dibuka terlebih dahulu oleh Om Jay sang Penggerak Sejati (sebutan saya karena kekaguman akan semangatnya untuk memotivasi dan melahirkan penulis - penulis hebat ),kalimat pembuka yang bikin semangat :
-Supaya bisa lulus dan mendapatkan sertifikat 40 jam, maka kita harus fokus dan punya komitmen tinggi. 
-Nikmati prosesnya karena proses tidak akan mengkhianati hasil. 
-Dan terbitkan buku setelah ikut pelatihan  
menulis di PGRI. 

Moderator mengambil alih peran dan  mulai memperkenalkan narasumber.  Profil Ibu Aam adalah sebagai berikut:
Dengan karya-karyanya yang luar biasa antara lain :
  Berikutnya waktu diberikan kepada ibu Aam. "Better Late Than Never"
Kata Motivasi dari bu Kanjeng yang luar biasa melecut semangat bu Aam,yang sekaligus mencerminkan akan kegigihan bu Aam meraih mimpi-mimpinya.Beliau pertama kali ikut kelas Omjay, tergabung di gelombang 8 bersama Cak Inin(Pak Mukminin), Bu Nora, dan Mr. Bams .Waktu itu, Mr.Bams ketua kelas.
Namun, impiannya jadi hilang,karena tidak  lulus ,yang dikarenakan tidak fokus dan bingung dengan tugas membuat resume yang baik. Akhirnya  ditinggalkan Cak Inin, Bu Nora, dan Mr. Bams.Tetapi bu Aam tidak patah semangat.Dan kembali mengikuti kelas menulis gelombang 12.
Saat itu semangatnya menggebu-gebu, pasang langkah kaki seribu, ingin segera terbitnya buku, gabung antologi dan perjuangannya tidak sia-sia, akhirnya lahirlah buku pertamanya.Buku solo "Mengukir Mimpi Jadi Penulis Hebat" karena dulu ia bermimpi ingin jadi penulis buku. Lagi-lagi bu Kanjeng mensemangati bu Aam untuk berkarya dan berkarya,
karena beliau tahu akan potensi dari bu Aam. Sehingga hadirlah karya - karya hebat bu Aam yang lain. Dari cerita di atas bisa disimpulkan bahwa betapa pentingnya seorang mentor dalam menulis. Dan di Gelombang 20 ini betebaran mentor yang bisa dijadikan penyemangat dalam belajar.

Semangat Narasumber yang luar biasa menginspirasi, dari keberhasilannya menjadi penulis kemudian naik kelas menjadi kurator dan juga editor. Sedang syarat yang dipenuhi untuk menjadi kurator adalah  harus mampu mengajak peserta untuk membuat satu buku antologi(buku  bersama). Selain itu juga harus mampu berkomunikasi dengan baik dengan peserta, dari menampung  naskah dan administrasi. Editor?? syarat menjadi editor adalah:
1. Harus menguasai PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia)
2. Paham dengan fungsi tanda baca dan penggunaan huruf kapital. 
3. Mampu mengedit typo(salah ketik)
Sebuah pencapaian yang luar biasa.

Kegagalannya di gelombang 8 tidak serta merta mematahkan semangatnya ,tetapi justru membawanya pada level tertinggi prestasi. Dan kegagalan itu membuatnya dikenal dengan Bu Aam Juara 1  Lomba Blog PGRI Tingkat Nasional.Beliau adalah sosok pembelajar sejati yang memperjuangkan mimpinya dengan gigih. 

Dan apa rahasia beliau bisa mensemangati diri ,mengubah kegagalan menjadi prestasi? Jawabannya adalah:
✅mencari sumber inspirator dan motivator. Inspiratornya adalah Omjay yang mengenalkannya pada blog dan bisa menjadi juara blog. Dari Omjay beliau belajar banyak ilmu. Sedangkan motivator beliau adalah Bu Kanjeng. Orang yang mampu membangunkankepercayaan
 dirinya,bahwa menulis adalah bakat yang perlu dilatih. 

Belajar dari kisah bu Aam,membawa pada spirit pribadi....Imposible Is Nothink....
Tidak ada yang tidak mungkin ,jika kita mau memperjuangkan mimpi-mimpi kita.
Terimakasih bu Aam,terimakasih Om Jay dan terimakasih semua di kelas ini yang membawa aura positif dalam belajar saya.

Sleman, 24 Juli 2021
Salam tahajud




4 komentar:

Kisah Inspiratif (Anak Juga Ingin Dimengerti)

https://satuguru.id/  Kisah Inspiratif ( Anak juga Ingin Dimengerti )                  Tanggal 25 Nopember selalu istimewa untuk dikenang ...