"Kobarkan selalu semangat menulis sebelum kamu ditinggalkan oleh teman-temanmu,karena dengan menulis akan mewakili jati dirimu" by Jenk Noenk.
Semangat membara dan berkobar - kobar ditunjukkan oleh semua anggota komunitas belajar menulis gelombang 20,yang menamakan F1 Gelombang 20. Nama ini memiliki filosofi, dengan mengadopsi semangat Formula One berharap bahwa semua anggota mempunyai semangat yang sama,berkompetisi menuju yang terbaik. Tanpa meninggalkan silaturahmi dan kebersamaan.
Saya sangat beruntung berada di komunitas ini,karena semua saling suport untuk bisa lulus dan melalui pelatihan ini bersama-sama. Yang sudah berpengalaman berbagi kepada para pemula,sehingga tidak ada rasa minder. Seperti yang saya rasakan, mengubah minder menjadi kekuatan.
Semangat wor oworrrr owor..F1 Gel 20 juaraaaaa🥇
Tak terasa perjalanan kebersamaan sudah masuk pada pertemuan ke 11. Kali ini mengambil tema "
Menguak Dapur Penerbit Mayor".Dengan Narasumber handal bapak
Edi S.Mulyanta dan moderator sekaligus Motivator yang sejuk dan ngangeni Ibu Kanjeng
Ibu Sri Sugiastuti. Setelah sebelumnya kita belajar tentang strategi pemasaran dari Penerbit Mayor.
Seperti pelatihan - pelatihan sebelumnya kegiatan dibagi menjadi 2 sesi yaitu:
😊Pembukaan
😊Paparan Materi
😊Tanya jawab & Penutup
Profil dari Narasumber adalah sebagai berikut 👇
Biodata Edi S Mulyanto
CV Singkat
Nama : Edi S. Mulyanta S.Si, M.T.
Jabatan : Publishing Consultant Andi Publisher
TptLhr : Jogjakarta/Tgl Lhr : 24 Mei 1969
Status : Menikah
Istri : Retna G.
Anak :
- Nindita Saheka Ramadhani
- Raditya Rizky Duanda (alm)
- Naditya Tertia Alfarizky
Hobby : Membaca, Menulis, Olah Raga, Musik
Fb : https://www.facebook.com/edis.mulyanta
Blog : www.sobatambyar.com

Pendidikan
- S1 Geografi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta 1994
- S2 Magister Teknologi Informasi Fak. Elektro UGM Yogyakarta 2006
Riwayat Pekerjaan
- Staff LitBang Komputer PT. Wahana Semarang 1994-2000
- Staff EDP PT. Sanggar Film Semarang 1995-2001
- Lab. Komputer STMIK Proactive Yogyakarta 2001-2002
- Dosen Tamu Akademi Teknologi Kulit Yogyakarta 2002
- Staff Net Business PT. Bayu Indra Grafika Yogyakarta 2002
- Staff Litbang Penerbitan ANDI Jogjakarta 2003-2004
- Product Development Penerbitan ANDI Jogjakarta 2004-2006
- Biro Penerbitan Buku Umum (PBU) Andi Jogjakarta 2006-2007
- Manager Operasional PBU ANDI Jogjakarta 2008 – 2019
- Publishing Consultant Andi Publisher 2020- Sekarang
Karya tulis buku (Lihat di https://scholar.google.co.id/citations?user=tYwUNqsAAAAJ&hl=en&oi=ao)
- Lebih Mahir Word 2019, Untuk Penulisan Ilmiah, 2019
- Lebih Kreatif dengan Adobe Photoshop CS4 2008
- Corel Draw X4 2008
- Teknik Modern Fotografi Digital 2007
- Pengolahan Digital Image dengan Photoshop CS3 2007
- Menyusun Karya Tulis Ilmiah Menggunakan MS Office Word, 2006
- Special Workshop: Teknik Airbrush Menggunakan Photoshop CS2 2005
- Menjadi Desainer Layout Andal dengan Adobe InDesign CS 2005
- Pengenalan Protokol Jaringan Wireless Komputer 2005
- Trik & Teknik Profesional CorelDraw 12 2004
- Kupas Tuntas Ponsel Anda 2003
Setelah Bu Kanjeng memperkenalkan CV singkat Narasumber,waktu diserahkan kepada pak Edi.
Narasumber membuka materi dengan terlebih dahulu mengucapkan terimakasih kepada Om Jay sang penggagas dari kegiatan ini. Beliau berkecimpun di dunia penerbitan kurang lebih selama 20 tahun. Sebelumnya sebagai penulis lepas.
Penulis dan penerbit telah dilindungi undang-undang secara penuh sejak terbitnya UU no 3 Tahun 2017 yang diikuti oleh Peraturan Pemerintah 2 tahun kemudian yaitu PP No 75 tahun 2019.Apabila ingin menjadi penulis maka harus mempelajari hal tersebut.
Sesuai dengan tema adalah bagaimana penerbit mayor dalam mengelola naskah untuk dapat disebarluaskan di outlet-outlet yang menjadi sumber pendapatannya.
Pembagian penerbit mayor dan minor sebenarnya tidak ada dalam Undang-undang perbukuan no 3 tersebut.
Yang kelihatan membedakan keduanya adalah:
👉Penerbit Mayor:
1. Omzet besar
2. Berskala Nasional
3. Ada persyaratan khusus untuk penulis
👉Penerbit Minor:
1. Omzet produksi lebih rendah
2. Berskala Regional (rata-rata)
3. Persyaratan penulis lebih lunak
👉Dikotomi yang muncul dari penerbit Mayor dan Minor adalah :
📌Perpustakaan Nasional;
- menggolongkan penerbit dengan produksi ribuan/ratusan ,yang tentu menguntungkan penerbit Mayor.
📌Kemendikbud DIKTI,terbitan harus berskala Nasional,dan untuk penerbit Mayor tidak menjadi masalah.
👉Dampak era Pandemi covid 19 pada penerbit ANDI (salah satu penerbit Mayor):
✅Bagi dapur penerbit tidak bermasalah,karena naskah tetap masuk
✅Produktifitas penulis meningkat(efek WFH😊)
✅ Outlet / Pemasaran terdampak,menurun drastis
✅Pemasaran berubah ke online
✅Memenuhi permintaan pasar ,dengan menerbitkan buku digital ( e book ).
✅Mereposisi produksi buku,sesuai permintaan pasar (cetak dari 10-300 eksemplar)
Salah satu trik untuk mempercepat terbitnya buku adalah mengikuti arahan dari PP 75, yaitu melakukan editing mandiri dari sisi penulis, sehingga akan sangat membantu dalam proses editorial di sisi penerbit. Dengan langkah sebagai berikut 👇
Kesemptan ini dapat penulis coba dapatkan dengan mempelajari bagaimana melakukan editing mandiri sebelum diserahkan ke penerbit, sehingga proses penerbitan akan dapat dipersingkat.
Demikian akhir dari materi yang disampaikan oleh Narasumber.Dan mengembalikan kepada Moderator. Ibu Kanjeng membuka forum tanya jawab. Materi yang sangat menarik,hal ini ditunjukkan dengan antusiasme para peserta yang mengajukan pertanyaan.
👉Saya mencoba merangkum dari pertanyaan -pertanyaan tersebut :
📝Syarat utama naskah dapat diterima penerbit
👁️🗨️Jawab ;
Syarat utama dalam sebuah tulisan adalah tulisan harus Baik dan Unik.
📝Kekurangan penerbit Mayor
👁️🗨️Jawab:
Kekurangan penerbit mayor adalah banyaknya naskah yang masuk, sehingga waktu seleksi dan produksi terbebani dengan antrian yang sangat banyak.
📝Lama proses penerbitan
👁️🗨️Jawab :
Proses penerbitan standar dengan rerata antrian:
Penilaian 3 minggu, Editorial 3 Minggu, Setting Perwajahan dalam buku paralel dengan Cover buku 3 minggu, Proses cetak 3 minggu, dan terakhir distribusi 1- 2 bulan.
📝Penerbit Andi menerima pesanan buku skala kecil dengan meninggalkan identitas sebagai penerbit mayor,bagaimana dengan penerbit Indie?
👁️🗨️Jawab:
Kami tetap melakukan seleksi, karena target utama tetap memproduksi buku secara massal, tidak hanya _Print On Demmand_ seperti penerbit Indie. Karena sisi permintaan penulis saja , menerima pesanan buku skala kecil.
📝Trik/strategi yg paling mendasar agar karya kami tembus ke penerbit Mayor.
👁️🗨️Jawab:
Trik utama, gandeng penulis lain untuk memproduksi buku. Skala kecil dahulu tidak ada masalah, yang penting _captive market_ bisa dijadikan tumpuan awal. Tulis berbarengan, sehingga pembiayaan buku menjadi lebih ringan, kemudian usulkan proposal naskah ke penerbit, dengan menawarkan _captive market_ tersebut.
📝Peluang Novel disandingkan dengan buku-buku tentang Covid 19
👁️🗨️Jawab:
Novel saat masih menarik dan stabil penjualannya adalah _roman_ percintaan, _happy ending_, dan horror. Tema-tema kolosal, tema intrik dan konflik, pada dasarnya kurang diminati, kecuali konflik kolosal imajinatif masih diminati walaupun nulisnya cukup susah bagi penulis.
📝Standarisasi cetak buku
👁️🗨️Jawab:
Jumlah halaman antara 75-150; ukuran A4; spasi 1,5; huruf times new roman 12. Ketebalan buku menentukan ukuran punggung buku.Toko buku tidak menghendaki buku terlalu tipis, karena susah men _display_ di rak buku.
📝Kendala seorang penulis setelah menerbitkan buku adalah menjualnya.Bagaimana menjaga eksistensi penjualan buku
👁️🗨️Jawab:
Buku menjadi rujukan dan rajin mempublish.Contoh buku pak Edi yang menjadi rujukan dan dicari oleh pasar.
Sebagai penutup materi Narasumber menyampaikan bahwa Penerbit buku, adalah hanya perantara saja. Semua tergantung penulis, sehingga posisi penulis sangat vital sekali dalam menghasilkan sebuah buku. Sebagai penulis pemula pun, kepercayaan diri harus mulai diasah, dengan menghasilkan karya terbaik.
Demikian resume malam ini dengan materi yang luar biasa.
🌴🌞Special Note:
- Berikan hal terbaik yang kita miliki dimanapun berada dan sebagai penulis menghasilkan karya terbaiklah yang bisa kita persembahkan.
Common Gaesss...saling mensemangati diri untuk memberikan karya terbaik sebagai Goal kita....😘🌷
Sleman, 4 Agustus 2021
Nur Hayati
Resume. : Ke 11
Tema. : " Menguak Dapur Penerbit Mayor"
Narasumber : Edi S Mulyanta
Moderator. : Sri Sugiarti
Hbt bun. Resume yg mengalirkan energi semangat. Lengkap rapih
BalasHapusMakasih pak Ketua,karena virus pKetua hebat ke anggota...so kenalah..😊🙏🏽🙏🏽🙏🏽🙏🏽
Hapuskomplit n informatif... mantabbb
BalasHapusmkaciihh🙏🏽🙏🏽
HapusMenginspirasi, keren bu
BalasHapusmakasih nggih😊🙏🏽
HapusKeren
BalasHapusmakasih🙏🏽
HapusSelalu yang terlengkap. Quote di awal membuat semangat semakin berkobar
BalasHapusHehe..Bombernya kan si eneng geulis...mkaciih say,sukses selalu yaa😘👍👍
HapusKomplit lengkap dan bagus bu
BalasHapusResume keren, sudah dipercantik juga. MMM. Mantap
BalasHapus