Senin, 06 September 2021

Sapa Ora Sibuk

                 "Semua orang punya kesibukan , dan karena kesibukan itulah orang mampu menulis".

Begitu Azan berkumandang bersamaan dengan flyer beredar....uuuu mantabzz. Tak terasa udah malam ke 25 .
Malam ini begitu luar biasa, judulnya begitu menggoda...karena sangat dekat dengan kita semua. Dua guru besar sebagai komando , Om Jay sebagai moderator dan bapak Much Khoiri Dosen dan penulis buku dari Universitas Negeri Surabaya. Selain moderator dan narsum yang istimewa , malam ini juga lain dari biasanya , karena malam ini disampaikan melalui Zoom meeting sehingga lebih komunikatif dan interaktif. 

Om Jay pun menyerahkan waktu sepenuhnya kepada Narasumber. Bapak Much Khoiri selain dosen dan penulis buku, beliau juga seorang trainer, editor dan penggerak literasi. Note yang disampaikan oleh beliau di pembuka materi adalah " Penulis sejati akan mencurahkan daya dan pikirannya untuk menghasilkan tulisan , andaikata tidak sedang menulis ia memikirkan tentang apa yang hendak ditulis. Ada waktu istimewa yang dipilihnya, yang paling nyaman untuk larut dalam menulis. Ia tidak membiarkan satu haripun tanpa menulis. Menulis sama wajibnya dengan membaca".  Hal ini menegaskan bahwa betapa pentingnya menulis meski dalam kondisi sesibuk apapun. Seperti digambarkan oleh Narasumber, manajemen waktu yang bisa dilakukan adalah :



Masyaallah , kenapa mata ini tidak mau kompromi...padahal materi luar biasa. Kucoba untuk tetap bertahan mengikuti materi. Kebetulan sinyal di tempat pak Khoiri juga kurang mendukung sehingga materi agak tersendat - sendat . Tapi tidak mengurangi esensi dari materi yang ingin disampaikan. Wow.. di group sudah meriah WA dari bu Ewi mengirimkan materi , makciih bu Ewi ...yang selalu cekatan dan terdepan . 

Ada 13 strategi jitu yang disampaikan oleh Narasumber untuk tetap menulis meski dalam kondisi sibuk. Apa itu ? ini dia ๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

Dengan penjelasan sebagai berikut :
๐ŸŒธ๐ŸŒธTetapkan Niat Menulis
            Segala sesuatu yang kita kerjakan tergantung pada niatnya. Begitu juga dengan menulis.
            


๐ŸŒธ๐ŸŒธRajin Membaca
            Membaca dan menulis adalah satu paket yang tidak terpisahkan. Membaca membuka jendela                 dunia. Maka kualitas bacaan menentukan juga wawasan kita .
            


๐ŸŒธ๐ŸŒธGunakan alat perekam
            Banyak media bisa kita gunakan untuk mengabadikan momen sebagai bahan tulisan, Dengan                menggunakan HP kita bisa memotret gambar kejadian , yang kapanpun kita bisa membuka                    kembali dan ingat akan kejadian tersebut.
            

๐ŸŒธ๐ŸŒธTentukan Waktu
            Untuk menghasilkan karya maksimal , maka perlu prioritas waktu.
            
๐ŸŒธ๐ŸŒธMenulisdi dalam hati
            Menulis menjadi pasion tersendiri dan dalam kondisi apapun, baik lapang maupun sibuk.
            

๐ŸŒธ๐ŸŒธManfaatkan waktu luang
           Waktu luang sangat bisa dimanfaatkan untuk menulis. Hari - hari dimana kita tidak bekerja dan                beraktifitas bisa digunakan unutk menulis.
๐ŸŒธ๐ŸŒธMenulis yang dialami
            Menulis yang saat ini sedang terjadi adalah hal yang sangat menarik dan mengalir. Jangan                      tidak tinggalkan jejak terhadap apa yang sedang dialami, karena itu akan menjadi kenangan indah            dan membahagiakan ketika suatu saat membuka kembali.

๐ŸŒธ๐ŸŒธMenulis apa yang dirasakan
            L.P Hartley :Lebih baik menulis apa yang anda rasakan daripada menulis apa yang anda                         ketahui. Menulis apa yang anda rasakan itu identik dengan menulis bebas.

๐ŸŒธ๐ŸŒธMenulis dengan riang
            

            Menulis dalam keadaan bahagia akan jauh lebih mudah, karena gairah sedang menyala sehingga             memiliki alur pemikiran yang jauh lebih jernih dan lancar.

๐ŸŒธ๐ŸŒธMenulis banyak
            

๐ŸŒธ๐ŸŒธMembuat Motto Dahsyat
            Bagi saya sebuah  "Motto" adalah semangat pencapaian. Dengan adanya motto membawa energi             tersendiri, sehingga membutuhkan motto yang dahsyat dan luar biasa dengan harapan membawa             motivasi yang hebat dan pencapaian yang maksimal.
            

๐ŸŒธ๐ŸŒธMenulis dengan doa
           -  Jika anda investasi tulisan , anda akan memanen buah tulisan.
           -  Makna jariyah yang akan selalu mengalir setiap waktu
           -  Kontinyuitas dalam pengetahuan

Ursula K. Leguin
" Writing makes no noise, except groans, and it can be done everywhere, and it is done alone".
Richard Peck
" Writing is comunication, not self expression"
Mark Earnst
" All good ideas arrive by chance"

Setelah melalui banyak drama, raga yang mulai rapuh , jiwa yang mulai lunglai saya bisa menyelesaikan tulisan ini. Semoga drama - drama itu tidak datang kembali dan bangkit raga ini dengan kondisi fiksnya. 

Spesial Note :
        Semua orang pasti memiliki kesibukan , dan bisa jadi itu adalah sebuah alasan untuk tidak menulis.
       Tinggal eksekusi ada pada kita , untuk memilih " kalah" dengan tidak melakukan sesuatu, atau                 "menang" dengan sebuah pencapaian yaitu berupa tulisan.

Yogyakarta , 6-7 September 2021
Nur Hayati
Resume 25
Narasumber        : Much . Khoiri
Narasumber        : Om Jay
Pertemuan           : 6 September 2021


Rabu, 01 September 2021

Gelorakan Literasi


" Horeee... sampailah pada malam yang istimewa...."
"Kenapakah ?"
" Masak gak tahu sih ?" ha ha 
" Ya ya ya aku tahu...pasti kelas literasi ya ?"
" Anda betul..., hayuuk segera menempatkan diri ...buruan ntar tidak dapat tempat lho..."

Aku sempat terkejut melihat dua sosok hebat yang sudah tak asing lagi, beliau adalah Bunda Mae dan Mr Bams. Siapa nich yang akan jadi Narasumber ? batinku. Tapi pertanyaan itu langsung kubantah sendiri, ach pasti Mr Bams. Kenapa ? Kan Bunda Mae udah pernah , meski alasan ini gak valid. Ketika
Bunda Mae membuka acara dan menyampaikan kalau malam ini adalah istimewa karena malam ini kolaborasi dari 2 moderator handal , cuma malam ini Moderator yang satu berperan sebagai Narasumber. Dia adalah Mr Bams sang Moderator idola...ucap Bunda Mae yang disambut dengan tepuk tangan meriah para peserta. Kali ini tebakanku benar...senyum dulu ach. 

 Moderatorpun menyerahkan waktu kepada Narasumber. Sebelum menyampaikan materi , Mr Bams menyampaikan CV dengan gaya yang berbeda dengan Narasumber yang lain ๐Ÿ‘‡


Beliau memberi paparan dengan sangat indah , sejuk dan berbeda. Beliau bercerita tentang gerakan literasi masyarakat dan gerakan literasi sekolah. Gerakan Literasi Sekolah dipopulerkan oleh bapak Anis Baswedan. Tapi sebelum itu beredar, Mr Bams bersama keluarga sudah mendirikan Taman Bacaan Masyarakat di rumahnya. Ternyata , Mr Bams memulai gerakan literasi dari mendongeng . TBM yang dibangun bersama di rumah pribadi  menjadi tempat berkumpulnya anak - anak, dan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk gemar membaca. Literasi di Masyarakat dimulai dengan hal - hal yang sederhana yaitu menggambar, mewarnai,membaca , komputer , internet sehat dan masih banyak lagi yang lainnya . 
Dan sudah mendapat penghargaan- penghargaan ๐Ÿ‘‡
๐Ÿ†Juara 1 TBM Se Kab Bandung tahun 2013 dan 2014
๐Ÿ†Juara 2 TBM se Jawa Barat tahun 2013
๐Ÿ†Juara 1 TBM se Jawa Barat tahun 2014
๐Ÿ† Peraih Sabilulungan Award 2018 dari Bupati Kab Bandung, Bapak Dadang Naser
๐Ÿ†Juara 1 Keteladanan TBM SE Kab Bandung tahun 2019
Betul - betul pegiat literasi tangguh. 

Sedang Literasi Sekolah yang dikembangkan bisa dilihat dari link berikut :
Jejak - jejak digitalnya bisa dilihat di Web SMP Taruna Bakti dan gambar - gambar berikut :



Dan juga bisa langsung disaksikan dari canel youtube 
https://www.youtube.com/watch?v=V7iQ--vRMxE

Hasil tidak pernah mengkhianati usaha. Dan prestasi yang didapat oleh Mr Bams selaku pegiat literasi adalah sebagai berikut :




Dari beberapa hal tersebut yang bisa kita ambil dari sosok Mr bams ketika menggerakkan literasi adalah:
๐Ÿ‘‰Berkarya terus , cintailah apa yang ada di sekeliling kita dengan ilmu.
๐Ÿ‘‰Selalu memberikan yang terbaik
๐Ÿ‘‰Membangun jejaring komunitas
๐Ÿ‘‰Tidak berputus asa dan selalu memberikan keteladanan
๐Ÿ‘‰Membuat kegiatan - kegiatan terjadwal secara nyata ( Misal senin apa, selasa apa dan seterusnya)
๐Ÿ‘‰Untuk memotivasi menulis, buat target dan lakukan evaluasi.
๐Ÿ‘‰Lakukan kegiatan dengan penuh kesabaran tidak berorientasi pada hasil.
๐Ÿ‘‰Lakukan sepenuh hati, tidak orientasi hasil dan jumlah
๐Ÿ‘‰Berikan reward atas sebuah pencapaian.

Closing dari materi Narasumber kali ini adalah motivasi :
Pesan Semangat
Saat keyakinan semakin kuat bahwa kehidupan ini ada yang mengatur, semoga selalu ada harapan yang ada didalam hati dan pikiran. Harapan untuk menjadi manusia yang bermanfaat. 
Melakukan kebaikan dengan apa yang kita miliki akan menjadi bekal menjalani hidup ini dengan bahagia.

Menulis di blog sebagai bentuk latihan menulis itu sangat luar biasa, teruskan dan teruskan.
Ambil peranlah di sekolah dan di masyarakat untuk memajukan gerakan literasi 
Tersenyumlah karena Tuhan masih memberikan kesempatan berkarya.
Bergeraklah untuk menyimpan jejak-jejak dengan indah agar tetap hadir sepanjang zaman.

Kita bisa hilang karena waktu telah selesai, tapi jejak digital akan menjadi penyemangat untuk generasi selanjutnya, anak, murid, cucu dan seterusnya.
Mohon maaf bila ada yang kurang berkenan. Bila masih ada yang ditanyakan bisa dilanjut lain waktu 
Salam sehat selalu. 

Betul - betul Closing Statement yang luar biasa , menumbuhkan semangat literasi didalam dada.  Literasi harus ditanamkan dan juga dilakukan dengan hati, serta direalisasikan secara nyata.

Yogyakarta, 1 September 2021
Nur Hayati
Pertemuan ke 23
Resume ke 22
Narasumber         : Bambang Purwanto,S.Kom,Gr
Moderator            : Maesaroh
Tema                    : Gerakan Literasi Sekolah dan Masyarakat.




Jumat, 27 Agustus 2021

Belajar Bersama Pak Guru Gaul




Setiap Perbuatan tak pernah ada yang percuma..
Bumi akan selalu membalas perbuatan makhluknya..
sebesar apapun perbuatan itu..
by Dedi Dwitagama

Malam ini menjadi begitu istimewa...karena malam ini adalah malam ke 21 ( angka favorit ๐Ÿ˜„, gak tahu juga kenapa ....), tetapi juga Narasumber malam ini istimewa, kenapa ? Lah kalau Om Jay yang kita kenal aja begitu luar biasa ,bagaimana dengan gurunya ? wow...makin penasaran nich. Beliau adalah figur istimewa yang dianggap GURU oleh Om Jay.

Nach malam yang luar biasa ini dipandu dengan bu AAM yang juga istimewa , beliau Sang Guru Gaul  biasa disebut dalam sebuah ulasan yang pernah saya baca bernama Dedi Dwitagama.Siapa beliau ??
 bisa dilihat di sini ๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

( wow........๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ kembali dibuat takjub saya melihat linknya yang panjang hehe )


Pak Dedi Dwitagama dwitagama Si Guru Gaul
Rian Sidik (old)
Pak Dedi Dwitagama dwitagama Si Guru Gaul

Banyak cara yang bisa dilakukan oleh bapak atau ibu guru untuk membuat proses belajar jadi sangat menyenangkan. Seperti yang udah dilakukan sama Pak Dedi Dwitagama ini. Di saat guru-guru lain menggunakan buku atau kertas sebagai media pembelajaran, lain halnya dengan Pak Dedi. Pak Dedi memanfaatkan sarana internet! Wow!

"Saya sudah memanfaatkan sarana internet sejak tahun 2001. Dengan cara itu diharapkan saya dapat mendorong anak-anak untuk memanfaatkan teknologi, supaya alat yang mereka pakai bisa berguna. Salah satunya saya menggunakan blog," ujar Pak Dedi.



Kali ini Pak Dedi membawakan materi tentang Komitmen Menulis di Blog. Malam ini berbeda dengan malam - malam sebelumnya, selain pintu dibuka sejak awal sehingga sehingga sharing peserta bisa dilakukan secara langsung tetapi juga ada hadiah untuk penanya terbaik. Mantablah dan peserta semakin antusias. 

๐ŸŒธ๐ŸŒธModerator menyampaikan aturan main dalam kegiatan malam ini : 
1. Khusus malam ini, grup akan dibuka. 
2. Peserta akan langsung  mengirimkan pertanyaan, dengan catatan, antri dan tidak boleh saling mendahului. 
3. Ada kejutan uang Rp. 200.000 untuk 1 orang penanya terbaik. 
4. Harap diskusi kita berjalan dengan lancar. Aminn

UUUpppzzz ...pak ketua, pintu lum dibuka udah langsung cuzzz๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„ Pokoke Gasspoll dech....
Setelah pintu dibuka maka langsung meriah peserta mengajukan pertanyaan dan sharing - sharing cantiknya. O ya Pak Dedi mulai meulis di Blog tahun 2005 dimana banyak orang belum mengenal Blog ( lagi - lagi saya dibuat terkagum - kagum ...menjadi pionir itu mahal , ketika banyak orang masih tertidur beliau sudah bergerak )

๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒดDiantara pertanyaannya adalah sebagai berikut :

Dail ๐Ÿ‘‡
Mengapa kita harus berkomitmen menulis di Blog ?,  2.  Apasajakah manfaat yang bisa kita dapatkan dengan  komitmen menulis di Blog ?
Dedi
wah senang sekali sudah ada yg bertanya, trm ksh bapak/ibu Dail dr Serang .... 1. buat saya menulis di blog seoperti meninggalkan jejak tentang apa yang saya lakukan, saya fikirkan dan rencanakan sbg warisan buat anak cucu saya dan orang" yg membutuhkan. 2. Manfaat ngeblog: saya mendapay undangan KELILING INDONESIA DAN DUNIA: malaysia, singapore, thailand, jepang, korea, alhamdulillha

Nur H
1.Mengapa memilih Blog untuk ajang ekspresi menulis,knapa tidak media yg lain yg lebih familiar bagi banyak orang?
2.Apa tujuan strategis dari menulis di Blog?apkh lebih menguntungkan dibanding media yg lain?
3.Bgm trik & tips agar konsisten dan komitmen menulis di Blog?☺️
Dedi
Matur suwun Jeng Nur, 1. karena mnulis di blog itu gratiiiis, saya tak direpotkan untuk menyimpan dan mempromosikan ... google mempromosikan kontent saya ... krn belum banyak yg tahu saya akan jadi pioner dan ekspert krn telah memulai sebelum orang melakukannya. 2. Untung atau tidak tergantung dibandingkannya dengan apa? tapi setiap perbuatan tak pernah ada yg percuma ... bumi akan selalu membalas perbuatan makhluknya sebesar apapun perbuatan itu. 3. tipsnya gampang, tp sangat susah dikerjakan .... menulis aja setiap ada ide dan ada waktu, tak pedulikan apapun penilaian orang

Helwiyah
1. Hal apa yang bapak impikan belum tercapai di bidang literasi digital, bagaimana usaha bapak untu merealisasikannya?
2. Karya atau kegiatan apa yang paling bapak sukai?
Dedi 
silahkan bu ... sy ga punya mimpi macam" bu, amat sangat mensyukuri apa yg sudah sy capai, soal capaian berikutnya mah mengalir aja... mungkin umur juga berpengaruh, saat ini 57 tahun, mawas diri lah ... terlalu ambisi bisa bikin abis diri sendiri ... yg penting anak sdh selesai S2 di Eropa hasi beasiswa, soal literasi digital biarlah pemerintah yg urus. 2. Sy suka fotografi, jalan" sambil kuliner dan menyanyi ... blog foto saya http://fotodedi.wordpress.com

Deni
Adakah jampi-jampi atau mantra khusus ketika Pak Dedi mempengaruhi Omjay menulis di blog sampai Omjay jadi penulis blogger Indonesia, bahkan kalah pamor kayaknya sama Omjay hehehe?
(Pertanyaan ter unik yang dapat hadiah dari Narasumber ๐Ÿ˜„)

Dan masih banyak lagi pertanyaan demi pertanyaan yang semakin malam semakin panas. Tak  terasa malam pun larut dan pertemuan harus diakhiri. Dengan segudang kesan , istimewa .. ditengah kesibukannya yang padat beliau selalu terdepan, menjadi inspirasi bagi saya pribadi . Kalau bisa sekarang kenapa harus besok , berbuatlah ketika orang lain masih tertidur dan jangan pernah hiraukan penilaian orang lain.

Yogyakarta , 27 Agustus 2021
Nur Hayati

 

Rabu, 25 Agustus 2021

Dari manapun bisa kita dapatkan ide menulis, percaya ??







Nama            : Nur Hayati
Gelombang   : 20
Tema            : Dari Mana Ide Menulis Datang
Narasumber : Om Jay ( Wijaya Kusuma,S.Pd.M.Pd )
Moderator    : Bunda Maesaroh

"Kala Guru Berhenti Belajar, Sebenarnya Tidak Lagi Pantas Mengajar"
By Akbar Zainudin

    Masih terngiang  ditelinga, kuliah tadi malam , kalimat - kalimat motivasi dari pak Akbar. Teruslah belajar dan belajar, Jika kita sudah tidak mau lagi untuk belajar maka tanyakan pada diri sendiri, masih layakkah kita untuk disebut sebagai guru yang kata orang Jawa , GURU adalah di GUgu dan ditiRU. 
Artinya bahwa , untuk menjadi figur seorang guru maka kita harus bisu digugu ( diikuti nasehat - nasehatnya ) dan ditiru ( diikuti perilakunya , sebagai teladan ). Secara otomatis , apabila ingin siswa kita menjadi pembelajar maka gurunya harus jadi pembelajar terlebih dahulu. Kalau ingin siswanya membaca dan menulis maka gurunya harus hoby membaca dan menulis. Itulah hukum alam yang tidak bisa dielakkan.

    Kita ada dalam komunitas yang tepat , AURA pembelajar sangat lekat dari Sang Pionir danInisiator kegiatan ini OM Jay yang tak lelah menanamkan virus menulis pada semuanya. Tim Solidnya yang juga luar biasa kompak untuk menyebarkan virus literasi dan peserta dalam group ini juga tidak kalah hebat dengan support dan saling memotivasi untuk maju. Wadah yang istimewa untuk saya dan teman - teman belajar. Karena kami tentu tidak mau terhempas dari predikat guru karena tidak mau belajar.
    Sangat tepat kalau materi kuliah malam ini adalah Darimana Ide menulis datang ?. Ini yang masih sering berkutat dibenak saya ....ooohhh tepat sekali dengan saya ( rasanya pengin lompat - lompat dech ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ ketika Moderator menyampaikan tentang materi malam ini ). 

     Guru Besar Pelatihan ini turun gunung (๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š Mohon maaf Om Jay, karena menurut saya , Om Jay layak mendapatkannya). Materi kali ini disampaikan oleh Bapak Wijaya Kusuma,S.Pd.M.Pd atau yang lebih kita kenal dengan sapaan Om Jay. Untuk mengetahui lebih detail tentang Narasumber bisa dilihat dari link berikut https://wijayalabs.com/about

    Seribukata untuk mengungkapkan profil beliau, jadi sangat pantas untuk membaca dan membuka link tersebut untuk mengenak sosok beliau lebih dekat lagi. Meski beliau menggantikan, tetapi tidak hilang akal, sejuta jurus dikeluarkan sehingga tepatlah kalau saya sebut sebagai Guru Besar.

    Beliau membuka materi dengan mengajak semua peserta membuat deskripsi kalimat dari melihat sebuah gambar ( hi hi hi ... Foto beliau gaessss ). Pesan moral yang selalu beliau sampaikan adalah  Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi. Opening yang keren. Semua peserta mulai sibuk mengolah kata untuk menarasikan potret yang dilihat. 

" Ternyata dari sebuah foto banyak melahirkan sebuah tulisan yang menarik. Bila kita mampu menulis dengan hati, maka foto itu akan bernyawa. Apalagi bila kita mengenal sosok foto dari orang yang kita kenal. Walaupun belum pernah berjumpa secara langsung", kata Om Jay.

Selain dari FOTO , ide menulis juga bisa datang dari sebuah VIDEO PENDEK.  Om Jay mengajak semua peserta untuk membuat deskripsi dari video yang ditonton ๐Ÿ‘‡



Dan mengalirlah kalimat - kalimat cantik , keren dan sarat makna dari semua peserta. Betul - betul luar biasa Om Jay berselancar mengulik ide kita - kita semua. Diantara narasi - narasi indah tersebut antara lain :

Belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu. 
By Lina Nurindah
Belajar di waktu dewasa, bagai mengukir di atas air.
Senandung tanpa musik pengiring itu dinyanyikan oleh Om Jay. 
Sederhana liriknya, sederhana nadanya, jauh dari hiruk pikuk hingar bingar alat musik. 
Tapi tak sesederhana itu maknanya. 
Kita -yang dewasa ini-- dituntut kesabaran luar biasa menghadapi proses pembelajaran anak didik kita yang masih usia anak dan remaja. 
Kita-yang dewasa ini-- seperti belajarnya pelukis di atas air. Tanpa bekas mendalam yang terukir di air. 
Tapi derasnya air yang terus menerus pun dapat menggerus batu yang keras. 
Pantang menyerah belajar dan mengajar. 
Semangat pendidik Indonesia

Ilham Kamandanu
"belajar di waktu kecil bagaikan mengukir di atas batu"
Maksudnya adalah: ketika kita belajar atau menuntut ilmu dari kecil, maka ilmu itu akan terukir permanen dalam kepala kita, karena pikiran anak kecil itu masih bersih, belum terlalu banyak beban fikiran atau beban kehidupan.
"belajar di waktu besar bagai mengukir di atas air"
Maksudnya adalah: ketika kita belajar waktu sudah besar atau dewasa, pikiran kita akan sulit sekali mencerna ilmu pengetahuan, karena pikiran orang dewasa sudah terlalu banyak beban fikiran atau beban kehidupan.
Setiap mencoba mengingat pelajaran maka akan mudah juga untuk lupa.

Linda
Mendengar Nyanyian Om Jay saya ingat dengan orang tua saya. Belaiau yang juga sering menyanyikan lagu ini kalau saya lagi malas belajar. kemudian beliau mengatakan kalau sudah tua nanti seperti saya, walau belajar tapi  susah ingatnya. maka kalau bisa belajar sekarang ya belajar sekarang kata beliau. ternyata sekarang setelah saya mempunyai anak anak, saya sering mengatakan hal yang serupa pada anak anak saya. inilah lagu sepanjang masa. tapi bagi saya belajar menulis bersama di WAG belajar menulis tidak berlaku nyanyian ini,..He he he walau saya sekarang sudah hampir kepala 5, saya akan menulis ibarat diatas batu he he he....๐Ÿ˜Š๐Ÿ™

Ternyata tidak berhenti sampai di sini , Om Jay mengulik fakta lagi bahwa ide bisa muncul dimana- mana dengan berbagai cara. Kali ini dengan AUDIO. Beliau mengirimkan sebuah pesan suara . Dan tanpa diminta otak kita bekerja menterjemahkan pesan tersebut. Masyaallah sebegitu sederhana tetapi tidak sesederhana hasil yang didapatkan .Dan itu tidak semua mampu memprediksi, bahwa ternyata ide menulis bisa kita dapatkan hanya dari melihat gambar, video maupun mendengar suara .

Ketika ada salah satu peserta yang bertanya kepada Om Jay tentang bagaimana beliau bisa menjadi penulis hebat seperti sekarang ini , beliau bercerita berawal dari perkenalannya dengan bapak Dedi Dwitagama belajar melalui blognya,berguru dengan penulis hebat Budiman Hakim & Pepih Nugraha, berguru dengan semua orang ....jadi bisa kita simpulkan resep Om Jay adalah ...Belajar dari banyak orang... Dan pesan Om Jay  " Mulailah menulis menjadi sebuah kebutuhan, kita akan merasa haus dan lapar ketika kita membaca dan menulis, pekerjaan jangan ditunda karena kita cepat lupa, tuliskan apa yang sedang kamu kerjakan dan kerjakan apa yang kamu lakukan".

Dan dari banyaknya pertanyaan berhenti pada satu muara Di atas langit masih ada langit , jadi jangan sombong tentang waktu maupun kemampuan ...belajar dan mulailah ....

Closingnya Kereen banget dan menginspirasi.
 


๐ŸŒธ๐ŸŒท๐ŸŒธSpesial Note : Dimanapun dan kapanpun ide menulis bisa didapatkan.... So eksekusi sebuah harga mahal yang harus ditempuh oleh setiap penulis dan pendidik. Pendidik diri sendiri, pendidik anak - anak kita , pendidik siswa di sekolah ataupun pendidik di sekitar kita.



Yogyakarta, 25 Agustus 2021
Nur Hayati
Pertemuan ke 20, Resume ke 20


Senin, 23 Agustus 2021

Punya Buku? Ya promosiin aja....



Pertemuan        : ke 19
Resume ke        : 19
Nama                : Nur Hayati
Gelombang       : 20
Tema                : Teknik Promosi Buku
Narasumber      : Akbar Zainudin
Moderator        : Ibu Kanjeng

Hari ini cuaca terasa gerah sekali , mungkin karena masa pancaroba . Ditengah cuaca yang ekstrim pandangan mataku tertuju pada sosok kukenal yang sedang asyik duduk disudut ruang baca Perpusda Kuikuti langkah kaki menuju tempatnya berada. Oh ternyata sosok yang kukenal itu adalah mbak Dwi teman pelatihan belajar menulis. Tak ragu akupun mendekat dan menyapanya.

" Mbak Dwi baru pain nich ? serius banget ....", sapaku pada mbak Dwi yang kuamati dari tadi asyik  dengan HP tapi pandangan matanya penuh makna.
" Iya nich jenk , kubaru cari  konten - konten menarik apa yang bisa membantu promosiin bukuku yang baru saja terbit.
" oo mantab mbak, jadi ngiri..., , udah dapat yang menarik mbak , jalan tuk promosiin buku ?"
" Lum jenk, banyak sich...tapi aku bingung mau mulai dari mana ?".
" Ooo aku jadi ingat , kita tanyain aja pada pak Akbar Zainudin, gimana ? ", beliau pasti tahu solusi tuk permasalahan mbak. 
" Iya ya koq aku tidak kepikiran..." , kulihat pancaran mata mbak Dwi berubah . 
" Makasih ya jenk , nanti kucoba menemui beliau dech".
Azan Maghrib menghentikan pembicaraan kami, akhirnya kamipun berpisah .

Malam ini aku mengikuti pelatihan yang mengupas tuntas tentang  Teknik Promosi Buku. Wow acara yang kusuka, karena bisa bertemu dengan sahabat - sahabat hebat yang luar biasa. Narasumber kali ini adalah bapak Akbar Zainudin. Jadi ingat mbak Dwi , kucoba arahpan pandangan ke semua peserta, kucari - cari  mbak Dwi....ooo ternyata dia udah duduk di depan sendiri. Salut dech pokoknya. lihat fliyer profil Narasumber kali ini ...keren dech.


Kali ini beliau didampingi Moderator yang sejuk Ibu Kanjeng. Oo ternyabeliau sudah menerbitta Pak Akbar tuh penulis buku Best Seller Man Jadda Wajada. Makin semangat nisc tuk mengikuti jejak sukses beliau. Buku Solo perdana yang langsung Best Seller, saat ini terbit kembali bukunya yang berjudul  The Power of Man Jadda Wajada  , buku ini merupakan penyempurnaan dari bukunya terdahulu . Selain itu juga sudah menulis buku UKTUB , merupakan panduan menulis buku dalam 180 hari. 

" Bapak ibu hebat , malam ini luar biasa saya bisa bertemu dengan komunitas ini. Kali ini saya akan sampaikan materi yang saya ambil dari buku saya yang berjudul UKTUB ", kalimat pembuka dari Narasumber. 
Tampilan bukunya seperti ini๐Ÿ‘‰


" Nach bapak ibu , saya akan share materi pemasaran yang saya ambil dari buku tersebut ".
"Untuk lebih memperjelas materi , bapak ibu bisa melihat Video Pembelajaran untuk pemasaran yang juga sudah  saya share ke Youtube...jangan lupa Subscribe ya....", pintanya.

Ooo penasaran nich , akupun langsung berselancar di chanel youtube pak Akbar (๐Ÿ˜€๐Ÿ˜„) , kepo dech.


Keren...keren , belajar dari Youtube memang mengasyikkan dan langsung mengena. Didalam Video beliau menjelaskan tentang beberapa hal . Boleh ya teman - teman saya rangkumkan di sini .
๐Ÿ‘‰ Pemasaran Buku , ada 4 strategi ( 4 P )
    1. Product ( Strategi Produk )
    2. Price ( Harga )
    3. Place of  Distribution  ( Distribusi )
    4. Promotion ( Promosi )

๐Ÿ‘‰ Penjelasan dari 4 P adalah sebagai berikut :
        ๐Ÿ“ŒStrategi Produk.
        - tanggung jawab penerbit. 
       - Kita sebagai penulis lebih banyak memberikan masukan kepada penerbit siapa target pembaca . 
        ๐Ÿ“ŒStrategi Harga
        - Penentu harga adalah penerbit.
        - Harga buku bisa jadi lebih mahal jika memiliki nilaitambah dibandingkan buku - buku yang lain.
          Misalnya hard cover, ditambah bonus-bonus (voucher seminar, workshop dll )
      ๐Ÿ“ŒStrategi Distribusi
       - Distribusi secara umum dibagi menjadi dua: distribusi tradisional dan distribusi non tradisional.           *   Distribusi tradisional adalah melalui toko-toko buku, baik toko-toko buku jaringan nasional                    maupun toko buku lokal. 
        *Distribusi non tradisional ๐Ÿ˜
             ๐Ÿ”‘Melalui MLM (Multilevel Marketing)
             ๐Ÿ”‘Melalui Penjualan Langsung
             ๐Ÿ”‘Melalui Marketplace/e-Commerce (Lazada, Bukalapak, Tokopedia, Shopee, dll).
     ๐Ÿ“Œ Strategi Promosi
          - Program promosi bisa dilakukan oleh penerbit maupun penulis: 
       ๐Ÿ˜Launching buku. Adalah program untuk meluncurkan buku baru. Kita perlu meyakinkan                        penerbit kalau buku kita akan laku, karena itulah perlu menyelenggarakan program launching                  buku. 
       ๐Ÿ˜Bedah Buku. Bedah buku adalah acara diskusi untuk membedah isi buku kita. Yang lebih                     mudah sekarang ini adalah bedah buku secara online. Kita undang orang-orang untuk ikut                        acara    bedah buku bersama kita. Bisa di FB, IG, WA Grup, Zoom, dan sebagainya. 
        ๐Ÿ˜Seminar ataupun workshop sesuai dengan tema buku kita. 
        ๐Ÿ˜Membangun komunitas. Komunitas yang kita bangun adalah komunitas yang kita sesuaikan                dengan tema buku kita. Komunitas membuat kita lebih dekat dengan pembaca sehingga                         memudahkan kita untuk menawarkan mereka dalam membeli buku. 
        ๐Ÿ˜Membangun jaringan reseller. Reseller adalah orang-orang yang mau menjualkan buku kita                 dan mendapatkan buku dari hasil yang terjual. Kita berikan 20-30 persen komisi dari harga jual.              Dewa Eka Prayoga, berhasil menjual 10.000 buku hanya dalam waktu 2 minggu melalui 
             reseller .
        ๐Ÿ˜Jualan di marketplace. Buka toko di marketplace (Lazada, Shopee, Bukalapak, Tokopedia,                 dan sebagainya). Membuka toko di marketplace akan meluaskan promosi dan distribusi kita. 
         ๐Ÿ˜ Memanfaatkan Media Sosial. Manfaatkan sebaik - baiknya followers dan subscriber untuk 
                memberikan informasi tentang buku kita.

"Penjelasan yang  luar biasa dan memotivasi kita", ungkap ibu Kanjeng. Dan ternyata materi ini memunculkan antusiasme tersendiri bagi para peserta untuk bertanya. Dan Ibu Kanjeng mulai membuka forum tanya jawab. Ternyata banyak sekali yang tunjuk jari. Oke, saya rangkumkan dech penjelasan- penjelasan dari Narasumber kita ini.

๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธRangkuman Sharing Peserta:
✅ Cara Menguasai Teknis Promosi Buku
        - Belajar dari orang yang sudah berhasil
        - Membaca buku teori pemasaran
        - Praktekkan
✅Prospek Perbukuan di Era Digital
       - Tergantung pergeseran zaman, saat ini buku masih prospektif.
✅Fenomena Youtube terhadap minat membaca
       - Buku tetap memiliki minat , Youtube sebagai sarana pembuka pintu.
✅Kendala Promosi
      - Fokus pada solusi bukan kendala.
✅Menulis Novel dengan teknik Showing
    - Jangan menulis hanya terpaku pada satu teknik
    - Menulis setiap hari
    - Menulis dengan hati , tidak terpaku dengan teori.
✅Sukses Literasi
    - Konsistensi dan kesabaran.
✅Teknik Jualan Yang Menarik
    - Hard Selling dan Soft selling
✅Membangun kepercayaan diri , bahwa karya kita layak jual.
    - Semangat berkarya untuk memberi manfaat
    
Tak terasa sudah dipenghujung acara, dan akhirnya baik moderator maupun narasumber memberikan kalimat penutup. Malam ini seperti malam - malam sebelumnya selalu membawa rasa ingin tahu , ingin belajar dan PR yang harus segera diselelesaikan , khususnya motivasi untuk saya ...belajar ..belajar..dan belajar lagi. 

๐ŸŒด๐ŸŒผSpecial Note : Kata siapa jualan buku tidak perlu promosi ? sebagus apapun buku yang kamu tulis,kalau tidak dipromosikan, mana ada orang yang bakal tahu dan membaca... Jangan ragu untuk jualan buku...๐Ÿ˜„๐Ÿ˜‚


Yogyakarta, 23 Agustus 2021
Nur Hayati





 

Jumat, 20 Agustus 2021

Langkah Menyusun Buku✅

"Sudahkah pintu dibuka?",tanya Ms Phia.
"Belum Bu,Aku juga nunggu nich",jawabku sambil ku menoleh ke belakang. Ternyata sudah ada mbak Winda,Moms Asia,Moms Ewi...ketika kutatap ke depan ternyata sudah ada Pak Ketua, Bunda Chank ,Mbak Rali...Uuuu ternyata antrian udah panjang.

Betapa antusiasnya para peserta Gelombang 20   Pelatihan Menulis PGRI mengikuti tahapan -tahapan pelatihan ini. 

"Alhamdulillah...pintu sudah dibuka...!",kata pak Dail membuyarkan lamunanku.

Semuapun langsung lari masuk ke arena pelatihan. Dan kembali kami dibuat terpesona ,karena ternyata sudah ada Ibu Kanjeng yang menunggu dan menyapa kita. Siapa ya itu yang duduk disampingnya?
Dan ibu Kanjeng menjawab rasa penasaran kita dengan mengenalkan profil beliau :

Assalamualaikum wr wb. Salam sejahtera Bapak Ibu hebat yang hadir di gel 19 dan 20.Malam ini kita akan belajar bareng dengan narasumber hebat dari Tana Toraja. Beliau  Bang Roma . Tapi jangan salah ya, bukan Roma Irama lho...hehe tertawalah kita semua.

Profilnya bisa dilihat disini ya

Keren kan ?Nach kali ini akan menyampaikan materi tentang Langkah-Langkah Tentang Buku Secara Sistematis. Selanjutnya silakan bang Roma waktu sepenuhnya.....,bu Kanjengpun menyerahkan waktunya kepada Bang Roma.

Bang Roma memulai paparannya dengan mengajak kita semua melihat  ke Youtoubenya.


Sebelum saya menyampaikan materi, saya menitip pesan kepada semua peserta hebat:

"Yakinlah dengan kualitas naskah buku yang telah disiapkan
Bagaimana pun sederhananya naskah tulisan kita, ia akan memiliki tempat tersendiri di hati pembacanya mengatasi rasa minder, bahwa naskahnya tidak baik. Pegang prinsip, naskah buku yang ada sangat baik untuk diterbitkan
Dengan demikian, akan ada rasa percaya diri dan kepuasan dalam melakukan Info dan penyusunan naskah buku yang sistematis"

Masyaallah,pesan moral yang luar biasa...batinku.

Setelah menyaksikan langkah meyusun Bab dan Sub Bab secara otomatis, lanjutkan dengan langkah berikutnya yang juga sudah saya buatkan link youtobenya
 

"Saya buatkan biar para peserta mudah untuk mempraktekkannya", kata Bang Roma.
nah , terakhir bagi bapak ibu yang ingin menerbitkan buku di penerbit ANDI juga sudah saya buatkan tutorialnya di link ini


"Semua itu versi saya lho ya", kata Bang Roma mengakhiri materinya.

Hanya kekaguman yang ada dibenakku, luar biasa kreatif dan inspiratif.

Di akhir pelatihan, Ibu Kanjeng memberikan kesempatan kepada para peserta. Luar biasa antusiasmenya. 

"Ibu,ijin saya rangkum ya pertanyaan- pertanyaan dari peserta?",kataku.
"Boleh-boleh,silahkan",jawab bu Kanjeng.

๐ŸŒด Rangkuman;

1. Bagaimana cara menjaga konsistensi dalam menulis?
Sebagai guru, apalagi masa pandemi, pekerjaan tiada habisnya. Konsistensi saya pelihara dengan mempersiapkan hari khusus untuk menulis, fokus di hari Minggu untuk menikmati tulisan, jika kepepet waktu untuk menyelesaikan naskah, maka saya memodifikasi, menambah dan melengkapi naskah setiap malam. Sejak saya mengikuti pelatihan ini, jam tidur saya paling cepat jam 11 malam Waktu Indonesia Tengah. ๐Ÿ˜

2. Apa kendala yang bang Roma temui dalam proses menulis hingga jadi buku dan apa solusinya?
Kendala utama adalah *Manajemen Waktu*. Solusinya adalah *memisahkan waktu antara bekerja, kegiatan masyarakat dan kuliah*. *Jangan pernah menunda untuk menuliskan ide untuk naskah buku jika sudah muncul di pikiran.* *Minimal simpan di handphone.*  ๐Ÿ™๐Ÿ˜Š 

3. Antara Youtoube dan Buku ?

Keduanya masih saya jalankan sampai sekarang*. Oya satu prinsip yang saya pegang adalah *Jangan menulis karena kebutuhan naik pangkat* (bagi guru PNS), jika ini dipegang tentu motivasi dan niat menulisnya kurang power. Terkait Channel YouTube, sebenarnya *YouTube saya buat untuk melayani siswa-siswa saya belajar secara tunda selama program belajar dari rumah. Dan kondisi ini masih berlangsung sampai sekarang. Hampir semua tatap muka pembelajaran saya, tersimpan di YouTube sejak tahun lalu hingga hari ini. Saya tidak peduli berapa pelanggan dan penontonnya, niat saya hanya menyediakan sarana belajar . Jujur keduanya tidak akan saya cocokkan. Menulis buku telah mendewasakan pikiran saya dan YouTube sebagai sarana berbagi ke siswa saya.Jadi keduanya adalah satu kesatuan.*

4. Buku standar minimal ?
Untuk menulis buku non fiksi, saran saya minimal 5 BAB.Seperti yang kita ketahui tentang standar penerbitan buku adalah 40 halaman versi UNESCO, kertas A5, ukuran font 12, Times New Roman. 5 BAB dengan masing-masing 20 halaman isi akan menghasilkan satu buku dengan ketebalan isi 100 lembar. Dan buku sebaiknya tidak terlalu tipis agar ikut juga memuaskan penerbit. Ibu Kanjeng, pak Mukminin dan pak Brian tahu banyak masalah ini. 

5. Bagaimana mengatasi rasa menyesal ketika naskah yang menurut kita baik tetapi ditolak ?
Belajar pada pacaran....jika cinta pertama ditolak, yakinlah masih banyak peminat. Kata Seorang aktor di sinetron Dunia Terbalik, Cinta akan menemukan jalannya.Demikian halnya dengan buku. Jika satu dua penerbit mayor belum jatuh hati pada naskah, mungkin niche mereka belum ketemu dengan naskah kita. Cobalah menawarkannya ke penerbit Indie. Bagi saya tidak ada kata kecewa dalam menulis. Untuk melepaskan penat menulis, telah hadir penerbit Indie yang berkenan memberikan jejak keabadian kita di dunia literasi.

๐Ÿ„๐ŸŒป Special Note : CLBK ( Coba Lakukan Biasakan Konsisten )
            Sebuah motivasi istimewa ......

yogyakarta, 20 Agustus 2021
Disusun oleh         : Nur Hayati        
Gelombang           : 20            
Bahan                   : 18            
Lanjutkan ke        : 18            
Materi                  : Langkah Melihat Buku Secara Sistematis
Narasumber         : Yulius Roma Patandean, S.Pd.
Moderator            : Ibu Kanjeng



Kisah Inspiratif (Anak Juga Ingin Dimengerti)

https://satuguru.id/  Kisah Inspiratif ( Anak juga Ingin Dimengerti )                  Tanggal 25 Nopember selalu istimewa untuk dikenang ...